Celios: Bagaimana bisa Turunkan Angka Kemiskinan, 10 Tahun Terakhir APBN Terkuras untuk Bayar Utang

Rabu, 11 Jun 2025, 11:55 WIB

JAKARTA-Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, selama 10 tahun terakhir, 14 persen dari APBN Indonesia digunakan untuk membayar utang.

 "Jika belanja kita sebesar 2.500 triliun rupiah 350 triliun rupiah untuk membayar hutang. Bantuan sosial untuk mengurangi kemiskinan, hanya sekitar 3 persen saja,"sebut Huda, Rabu (11/6).

Ket. Foto: Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda — Sumber: istimewa

Paling tinggi di tahun 2020 sekitar 7 persen. "Jadi mana bisa mengurangi kemiskinan secara signifikan ketika porsi belanja kita banyak digunakan untuk membayar utang,"ungkapnya.

Senada dengan Huda, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi menuturkan, Blbeban cicilan pokok dan bunga utang (debt service) mengambil porsi besar dari APBN. Pada 2019, jumlahnya mencapai sekitar?649?triliun rupiah atau sekitar 25?% dari total anggaran. "Alokasi untuk utang terbanyak dibanding belanja infrastruktur dan pendidikan, sehingga ruang fiskal untuk sektor produktif desa semakin terbatas,"ungkapnya

Beban utang yang memaksa APBN fokus pada pembayaran utang membuat alokasi untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa tersisih. Tanpa investasi struktural di desa, lingkaran kemiskinan sulit diputus rakyat desa tetap miskin, tanpa akses produktif dan peluang ekonomi. Bahkan banyak daerah yang terjebak karena anggaran terbatas, sehingga tidak mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Laporan Bank Dunia

Diketahui, Bank Dunia merilis laporan terbarunya bertajuk “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform”, yang menyebutkan lonjakan signifikan dalam jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kenaikan ini bukan disebabkan oleh penurunan kondisi ekonomi, melainkan akibat perubahan metodologi perhitungan garis kemiskinan global yang digunakan Bank Dunia.

Dalam pembaruan tersebut, Bank Dunia resmi mengadopsi perhitungan purchasing power parity (PPP) 2021 dalam menentukan garis kemiskinan. Sebelumnya, Bank Dunia masih menggunakan perhitungan PPP 2017.

"Revisi PPP mencerminkan data terbaru mengenai garis kemiskinan nasional yang menunjukkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan perubahan harga semata, terutama untuk garis kemiskinan internasional (kemiskinan ekstrem), serta garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas," tulis Bank Dunia dalam laporan bertajuk June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform, dikutip Senin (9/6).

Setelah mengadopsi PPP 2021, Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan internasional menjadi 3 dollar AS per orang per hari, naik dari 2,15 dollar AS per hari (PPP 2017). Dengan standar baru tersebut, sekitar dua dari tiga orang Indonesia tergolong miskin, meningkat signifikan dari 60,3 persen pada laporan Macro Poverty Outlook sebelumnya yang masih menggunakan standar PPP 2017. Namun, dengan update terbaru menggunakan PPP 2021, angka itu melonjak drastis menjadi 68,2% dari total populasi 2024 yaitu sekitar 194,4 juta jiwa.

Bank Dunia menyebutkan bahwa meskipun Indonesia telah berhasil menghapus kemiskinan ekstrem (PPP 2017), mayoritas penduduk masih berada dalam kategori rentan miskin secara global. Oleh karena itu, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi menaikkan kesejahteraan mayoritas masyarakat ke level hidup layak secara global.

Perbedaan Data

Sebelumnya, Bank Dunia mengumumkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada 2024 lalu sebesar 60,3 persen atau sekitar 172 juta jiwa dari total penduduk yang tercatat sebanyak 285,1 juta jiwa.

Angka kemiskinan yang disampaikan Bank Dunia itu sangat kontras dengan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 hanya 8,57 persen atau sejumlah 24,06 juta jiwa.

Jomplangnya angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS itu karena metode penghitungan penduduk yang digunakan berbeda. Bank Dunia menghitung dengan acuan garis kemiskinan untuk kategori negara dengan pendapatan menengah ke atas (upper middle income country) sebesar 6,85 dollar AS per kapita per hari atau setara pengeluaran 115.080 rupiah per orang per hari dengan kurs 16.800 per dollar AS.

“Meskipun permintaan yang kuat telah mendukung kinerja ekonomi yang stabil dan menurunkan angka kemiskinan, percepatan pertumbuhan memerlukan penerapan reformasi struktural untuk meningkatkan potensi pertumbuhan negara dan mengurangi risiko overheating,” sebut laporan Bank Dunia bertajuk Macro Poverty Outlook edisi April 2025, yang dikutip Selasa (29/4).

Bank Dunia sendiri telah menggolongkan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas pada 2023, setelah mencapai gross national income atau GNI (pendapatan nasional bruto) sebesar 4.580 dollar AS per kapita. Dengan demikian, ukuran garis kemiskinan yang pantas digunakan untuk Indonesia mengacu pada pengeluaran 6,85 dollar AS per kapita per hari atau setara pengeluaran 115.080 per orang per hari, sehingga jumlah penduduk miskinnya setara 60,3 persen dari total penduduk.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.