Kebun Raya Tanjung Selor Diperindah dengan Penanaman Bunga Tabebuya
Selasa, 10 Jun 2025, 14:22 WIBTANJUNG SELOR - Pohon Tabebuya mulai ditanam di Kebun Raya Bunda Hayati Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltaralah yang meresmikan dimulainya pembangunan Taman Adhyaksa dengan menanam pohon Tabebuya.
âTaman Adhyaksa ini akan seindah taman di Jepang karena ditanami pohon Tabebuya,â kata Kajati Kaltara Amiek Mulandari di Tanjung Selor, Selasa.
Pejabat lainnya yang hadir dalam penanaman pohon ini antara lain Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Bupati Bulungan Syarwani, Ketua DPRD Bulungan Riyanto, Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin, serta perwakilan Danrem dan Kapolda Kaltara.
Momentum penanaman ini menjadi babak baru bagi Kebun Raya Bunda Hayati, yang sebelumnya dikenal sebagai konsep hutan kota. Kawasan seluas 80 hektare ini telah ditetapkan sebagai Kebun Raya Bunda Hayati melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan.
Amiek Mulandari berbagi cerita di balik inisiatif penanaman Tabebuya ini. Berawal dari kecintaannya pada tanaman, ia terinspirasi saat mengunjungi sebuah nursery.
"Saya tanya berapa luas area Kebun Raya Bunda Hayati, waktu itu baru sekitar 28 hektare," kenang Amiek.
Ia memberanikan diri mengusulkan adanya Taman Adhyaksa di lokasi tersebut, dan diberi lahan satu hektare oleh Bupati Bulungan Syarwani.
Tak berhenti di situ, Amiek mengajak komunitas pejabat perempuan di Kaltara dan Bulungan untuk turut serta berkontribusi dalam pengembangan hutan kota di jantung kota Tanjung Selor ini.
Pilihan jatuh pada pohon Tabebuya, dengan harapan bunga berwarna putih dan merah jambu yang dipilih akan mekar semarak, mirip dengan pemandangan di Jepang.
"Semoga putih dan pink itu nanti bisa berbunga seperti yang di Jepang dan masyarakat di sini bisa menikmati serasa di Jepang," harapnya.
Bupati Bulungan Syarwani menambahkan bahwa pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati telah dimulai sejak 2023. Saat ini, sekitar 30 hektare kawasan telah dibuka dan ditata.
"Tidak kurang ada 26 jenis buah maupun pohon kayu yang sudah berasal dari Kabupaten Bulungan," sebut Syarwani.
Bahkan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, 74 kepala desa diundang untuk menanam pohon endemik dari desa masing-masing di kawasan ini.
Maskot Kebun Raya Bunda Hayati pun diberi nama Buah Lepiu, buah khas Bulungan yang buahnya dipanen lima tahun sekali. Buah ini dihargai minimal 150.000 per kilogram.
Fasilitas pendukung juga terus dibangun, termasuk lapangan paving block standar dua kali lapangan Agatis Tanjung Selor sebagai pusat kegiatan publik.
"Progres tahunannya terus kami lakukan untuk melaksanakan pembangunan di kawasan ini," kata Syarwani.
Untuk menjaga kebersihan udara, Pemerintah Kabupaten Bulungan melarang masuknya kendaraan bermotor. Pengunjung hanya diperbolehkan menggunakan sepeda kayuh atau sepeda listrik di dalam area.
"Kami katakan di sini adalah kawasan publik eko eduwisata Kabupaten Bulungan," sebutnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.