Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulu Tangkis Terpuruk

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 06:37 WIB | Oleh:
Bulu Tangkis Terpuruk Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Reza Pahlevi Isfahani (kanan) dan Sabar Karyaman Gutama (kiri) mengembalikan kok ke arah ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan.

JAKARTA — Indonesia Open 2025 kembali berakhir tanpa gelar juara bagi para pemain tuan rumah. Turnamen bergengsi BWF World Tour Level Super 1000 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, berakhir Minggu (8/6) menyisakan kekecewaan mendalam.

Pasangan ganda putra terakhir yang menyisakan harapan, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus mengakui keunggulan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan dalam laga final tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, 12-21.

Kegagalan ini memperpanjang paceklik gelar di Indonesia Open, terakhir kali Indonesia merebut juara pada 2021 lewat ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. Di luar panggung nasional, performa atlet Indonesia sepanjang paruh pertama BWF World Tour 2025 juga jauh dari target.

Para pemain hanya mengantongi dua gelar dari turnamen level Super 300, seperti Thailand Masters melalui Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Kemudian, Taiwan Open lewat Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Kondisi ini mengundang sorotan serius dari Ketua Masyarakat Pemerhati Bulu Tangkis Indonesia (MPBI), Kurniadi. Menurutnya, persoalan yang dihadapi bulu tangkis Indonesia bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan ada problem fundamental dalam sistem pembinaan.

“Indonesia Open 2025, kita definitif nihil gelar. Satu runner-up pun bukan dari Pelatnas. Padahal Pelatnas mestinya menjadi rumah bagi pemain terbaik seluruh Nusantara,” ungkap Kurniadi setelah final Indonesia Open.

Kurniadi menilai pembinaan bulu tangkis tidak berjalan seimbang antara aspek teknis dan nonteknis. “Tak bisa hanya fokus pada teknik dan strategi. Di era modern, mental, ketenangan, daya tahan, dan kebugaran yang bergantung pada tenaga ahli sangat krusial,” sambungnya.

Menurutnya, sektor tunggal dan ganda putri makin tertinggal dari negara lain. Sedangkan ganda campuran belum menemukan pengganti sekelas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Bahkan, ganda putra sebagai tumpuan publik mulai memudar. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.