Gauff Raih Gelar Prancis Open Pertama: “Ini yang Paling Saya Inginkan”
Minggu, 08 Jun 2025, 08:05 WIBPARIS, PRANCIS â Petenis muda Amerika Serikat, Coco Gauff, akhirnya meraih gelar Prancis Open pertamanya setelah menaklukkan Aryna Sabalenka dalam laga final yang penuh drama di Roland Garros, Sabtu (7/6) malam waktu setempat. Gauff menang lewat pertarungan tiga set: 6-7 (5/7), 6-2, 6-4, dalam kondisi berangin yang menyulitkan kedua pemain.
âSaya merasa ini adalah gelar yang benar-benar saya inginkan,â ujar Gauff usai pertandingan. âSejak kecil, saya selalu merasa turnamen ini adalah peluang terbesar saya untuk menang. Kalau saya pensiun tanpa satu gelar pun di sini, saya pasti akan menyesal.â
Kemenangan ini menjadi penebusan bagi Gauff yang sebelumnya kalah di final Prancis Open 2022 dari Iga Swiatek. Ia juga selalu mencapai setidaknya babak perempat final di Paris dalam empat tahun terakhir.
âSaya ingat saat upacara kemenangan Iga, saya memperhatikan setiap detail. Saya ingin tahu rasanya ada di posisi itu,â kata Gauff yang kini menempati peringkat 2 dunia.
âDan saat lagu kebangsaan AS dimainkan hari ini, saya langsung teringat momen itu. Ini sangat emosional.â
Gauff menjadi wanita pertama yang berhasil mengalahkan peringkat satu dunia di final Grand Slam setelah tertinggal satu set, sejak Venus Williams mengalahkan Lindsay Davenport di Wimbledon 2005.
Final ini juga menjadi balasan atas dua kekalahan terakhir Gauff di turnamen besar â termasuk di final Madrid dan Italian Open â dari Sabalenka dan Jasmine Paolini.
Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam laga ini, dengan angin kencang mengganggu ritme permainan usai atap lapangan dibuka sesaat sebelum pertandingan.
âHari ini bukan hari untuk tenis yang indah,â aku Gauff. âTapi itu bagian dari bermain di luar ruangan. Saya rasa tidak banyak pemain yang bisa tampil sempurna dalam kondisi seperti itu.â
Sabalenka bahkan menyebut kondisi di lapangan âmenggangguâ dan mengatakan bahwa seandainya Swiatek lolos ke final, ia mungkin akan mengalahkan Gauff. Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh juara baru.
âSaya tidak setuju. Saya yang duduk di sini dengan trofi di samping saya,â kata Gauff sambil tersenyum. âSaya memang pernah kalah dari Iga, tapi terakhir kami bertemu, saya menang dua set langsung. Jadi saya rasa komentar itu tidak adil.â
Di tribun penonton, sutradara film ternama dan penggemar berat New York Knicks, Spike Lee, terlihat ikut merayakan kemenangan Gauff.
âSaya bilang ke dia, meskipun Knicks kalah minggu lalu, saya kasih dia sesuatu untuk dirayakan hari ini,â ucap Gauff, merujuk pada kekalahan Knicks dari Indiana Pacers di final Wilayah Timur NBA.
Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam kedua bagi Gauff, setelah menjuarai US Open 2023. Ia kini semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di dunia tenis.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Rooney Minta Dowman Tak Terburu-Buru Mengejar Puncak Prestasi
-
Benarkah Orangtua Dapat Bergantung pada PP Tunas agar Anak Tak Gila Gadget
-
Tim Gabungan Dikerahkan untuk Bersihkan Sampah Pantai Baro Gebang Cirebon
-
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera
-
Pemasangan batu bronjong sungai Batang Air Dingin pascabencana
-
Sopir Angkot Puncak Dilarang Narik Empat Hari Saat Libur Lebaran, Dapat Kompensasi Rp800 Ribu/Orang
-
KPK Gerak Cepat! Fadia Arafiq Jadi Tersangka Usai OTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.