BGN: Program MBG Telah Menjangkau 7.000 Anak di Manokwari Selatan
Minggu, 08 Jun 2025, 15:16 WIBMANOKWARI - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan, sebanyak 7.000 anak di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat telah terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Staf Koordinator Promosi dan Edukasi Gizi BGN Mohamad Fadil Alchoiri saat dihubungi dari Manokwari, Minggu, mengatakan saat ini sudah ada dua dapur sehat di Manokwari Selatan untuk melayani MBG di wilayah tersebut. Â
âSaat ini, dua Dapur SPPG telah beroperasi di Manokwari Selatan, yaitu di Distrik (Kecamatan) Ransiki dan Oransbari, melayani rata-rata 7.000 penerima manfaat,â katanya.
Ia mengatakan, target penerima untuk program MBG tersebut meliputi anak PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan pesantren. Â
Dapur SPPG tersebut tidak hanya mengolah makanan bergizi, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi seputar daerah dengan merekrut pekerja lokal dan wajib menggunakan bahan baku lokal.
Ia mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren terus melakukan sosialisasi terkait program MBG di wilayah Papua Barat.
âKita telah melakukan sosialisasi program penguatan gizi di Distrik Ransiki, Manokwari Selatan pada Rabu, 4 Juni 2025,â ujarnya.
Kolaborasi BGN dengan DPR RI merupakan inisiatif strategis untuk sukseskan program MBG sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi malnutrisi. Â
âProgram MBG untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, guna mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting di Indonesia,â katanya.
Fadil memaparkan secara rinci Program Gizi Nasional (PGN) yang bertujuan menurunkan angka stunting di Indonesia hingga di bawah 15 persen.
PGN fokus pada peningkatan sumber daya pangan, peran aktif koperasi dalam penyaluran bahan baku gizi, peningkatan sumber daya manusia daerah, dan pemerataan ekonomi.
"Angka stunting di Indonesia masih sekitar 20 persen dan target PGN adalah menurunkannya di bawah 15 persen," ungkap Fadil.
Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren menegaskan komitmennya untuk mendukung program gizi ini dalam rangka mencerdaskan anak-anak Indonesia.
âProgram ini krusial karena menyediakan makanan bergizi siap santap, sehingga masyarakat tak perlu repot menyiapkan sendiri. Makanan akan diantar langsung ke sekolah atau lokasi yang telah ditentukan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Dapur SPPG) dan menjamin bahwa anggaran program akan tetap berada di masyarakat selama lima tahun.
"Harapan kami, dua dapur yang saat ini tersedia dapat ditingkatkan menjadi satu dapur di setiap distrik agar pelaksanaannya lebih mudah dijangkau, terutama untuk sekolah-sekolah dan lokasi lainnya," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan program di seluruh kampung di Distrik Ransiki dan berharap bantuan gizi ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Banyuwangi Layani Kesehatan Lansia Lewat Program Pelayanan Keliling
-
MBG Ditegaskan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan 2026
-
Pemkab Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan Keliling Kecamatan, Fokus Pererat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi
-
UEA Kirim 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia, Simbol Persaudaraan Ramadhan 1447 H
-
Akselerasi Solusi Proteksi Syariah kepada Keluarga Indonesia, Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman dengan Manfaat yang Bertumbuh, Bertambah dan Berkah
-
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat
-
Cap Go Meh Singkawang Tampilkan 727 Tatung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.