Mal-mal di Bawah Pakuwon Group Mulai Lakukan Pengolahan Sampah. Yang Lain Kapan?
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 13:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Pakuwon Group
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakuwon Group Jakarta meluncurkan kampanye #MulaiDariSini, Inisiatif kolaboratif lintas negara ini bertujuan meningkatkan pengelolaan sampah dari sumber di kawasan pusat perbelanjaan.
Kampanye #MulaiDariSini, merupakan kerja sama antara Pakuwon Group, Upbox Environmental Solutions, Jangjo Indonesia, dan Korean Environment Institute Indonesia (KEITI), serta didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
Kampanye ini diluncurkan serentak di tiga superblok besar milik Pakuwon di Jakarta antara lain Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Plaza Blok M. Aksi ini disebut sebagai langkah konkret dalam implementasi Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021 tentang kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri di kawasan komersial dan fasilitas umum.
Kampanye #MulaiDariSini menyuarakan pesan kuat bahwa pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Melalui aksi “Mulai dari sini, sampah tidak lagi dibuang sembarangan atau berakhir di TPA, tapi diolah dengan benar.
“Kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai pengembang. Melalui kampanye #MulaiDariSini, kami ingin mengajak seluruh tenant dan pengunjung mal untuk bersama memulai perubahan dari langkah kecil yang berdampak besar,” ujar Presiden Direktur Pakuwon Group, A. Stefanus Ridwan Suhendra kata dia dalam peluncuran kampanye #MulaiDariSini di Jakarta pada hari Kamis (4/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
#MulaiDariSini didukung system dari Reco Korea, sebuah perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak dalam pengumpulan dan transportasi sampah dan telah berpengalaman dalam pengangkutan sampah modern melalui platform digital untuk meningkatkan transparansi dan seluruh alur proses pengelolaan sampah dapat ditelusuri.
Proyek bersama dengan Pakuwon Group menjadi kolaborasi internasional pertama Reco Korea sebagai mitra pengelola Kawasan, bersama Jangjo sebagai mitra pengolahan sampah. Atas kolaborasi tersebut pihaknya merasa senang dapat memulai langkah ini bersama.
“Di Korea Selatan, budaya pemilahan sampah tidak terjadi dalam semalam. Edukasi dan sistem yang konsisten adalah kuncinya. Kami senang bisa menjadi bagian dari proses transisi ini di Indonesia. Kami bangga bisa memulai langkah ini bersama Pakuwon dan Jangjo,” ujar Kim Keunho, CEO Reco Korea, headquarter untuk PT Upbox Environmental Solution di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai pelaksana lapangan, Jangjo Indonesia menjalankan proses pemilahan, daur ulang, dan konversi sampah menjadi RDF secara terintegrasi melalui sistem teknologi mereka. Kampanye ini juga merupakan bagian dari gerakan lebih besar yang telah diinisiasi Jangjo, yaitu Junk Revolution sebuah ajakan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk berhenti melihat sampah sebagai masalah, dan mulai melihatnya sebagai peluang transformasi.
“#MulaiDariSini bukan hanya slogan, tetapi bagian dari gerakan besar Junk Revolutions yang kami gaungkan. Kami percaya bahwa revolusi pengelolaan sampah hanya bisa terjadi jika semua pihak bergerak bersama dari titik terkecil: dari kawasan, dari mal, dari kita,” ujar Direktur Utama PT Jangjo Teknologi Indonesia, Joe Hansen.
KEITI sebagai lembaga di bawah Kementerian Lingkungan Korea, memainkan peran penting dalam penyediaan materi edukasi dan pertukaran kebijakan. organisasi ini percaya bahwa kolaborasi internasional seperti ini akan membuka jalan bagi perubahan perilaku dan adopsi teknologi lingkungan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi internasional seperti ini akan membuka jalan bagi perubahan perilaku dan adopsi teknologi lingkungan. KEITI akan terus mendukung inisiatif yang mempromosikan keberlanjutan lintas batas negara,” ujar Head of KEITI Indonesia Kang Min Soo.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memandang kolaborasi ini sebagai implementasi nyata dari regulasi yang telah dicanangkan. Berdasarkan data DLH, DKI Jakarta menghasilkan lebih dari 7.700 ton sampah per hari, dan kawasan komersial serta superblok menjadi penyumbang signifikan karena aktivitas ekonomi dan kunjungan yang tinggi.
“Jakarta Selatan, dengan kawasan komersial yang padat, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. #MulaiDariSini, sebagai inisiatif strategis dari Pakuwon Group, merupakan langkah positif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan tersebut,” ungkap Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Mohamad Amin yang turut hadir dalam acara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!