Harga Kebutuhan Pokok Makin Murah, Koperasi Merah Putih Perpendek Rantai Pasok Pangan
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Strategi pemerintah dalam penstabilan harga pangan pokok strategis akan turut dilaksanakan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui penyebaran Koperasi Merah Putih yang ada di penjuru Indonesia juga dinilai dapat meringkas rantai pasok pangan, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga pangan yang lebih terjangkau.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) I Gusti Ketut Astawa mengungkapkannya saat ditemui usai mengikuti rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta pada Rabu (4/6).
"Tentunya yang dapat paling cepat dan singkat dibentuk dalam ekosistem usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerai pangan. Kami di Badan Pangan Nasional juga sudah mengumpulkan beberapa pemasok pangan, baik BUMN maupun swasta. Jadi langkah ini juga untuk memotong rantai pasok," kata Deputi Ketut.
"Nanti untuk Koperasi Merah Putih, kita bisa potong, jadi bisa langsung dapat pasokan dari petani dan peternak. Dengan begitu, harganya pasti akan lebih murah. Kita perkuat kesiapan terutama BUMN untuk bisa memenuhi koperasi," jelasnya lagi.
Di samping itu, Deputi NFA Ketut turut mengungkapkan rencana program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang akan turut disalurkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketut bilang langkah ini diperlukan agar kebermanfaatan intervensi pemerintah dapat semakin terasa lebih luas di masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Termasuk ke depannya nanti dalam rangka SPHP beras, bisa melalui Kopdes akan lebih baik, sehingga langsung akan dirasakan oleh masyarakat desa. Dengan adanya SPHP pula, beras medium di Kopdes akan mempermudah efektivitas intervensi pemerintah untuk distribusi beras yang sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi)," urai Ketut.
Senada dengan itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi saat dijumpai terpisah, mengatakan perluasan saluran program intervensi beras, penting dilakukan agar dapat mendorong peningkatan ekonomi. Perluasan tersebut juga pasti akan berdampak positif terhadap pengendalian inflasi pangan.
"Kita punya Bapak Presiden Prabowo Subianto yang paham sekali distribusi pangan, paham sekali produksi pangan. Hatinya ada di petani dan di peternak," sebut Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Nah rencana kita di bidang pangan nanti bahwa SPHP juga akan disalurkan ke sana. Mungkin bantuan pangan kalau memungkinkan, kita salurkan juga dari sana," bebernya.
Sejahterakan Masyarakat Desa
Arief bilang dengan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diyakini dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat desa. Roda ekonomi di desa mesti bergerak secara kontinyu dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat itu sendiri.
"Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di lokasi 80 ribu koperasi itu. Jadi ekonomi di setiap pedesaan itu akan bergerak," katanya.
"Kita harus mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Harus berdasarkan captive market yang sudah ada. Misalnya 280 juta penduduk Indonesia itu kan perlu padi, perlu beras. Jadi Kopdes nanti harus menyiapkan barang-barang yang diperlukan masyarakat," pungkas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.
Berkaitan dengan itu, kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap beras selama setahun diperkirakan oleh NFA dapat mencapai 30,9 juta ton. Total kebutuhan konsumsi tersebut mampu disokong oleh produksi beras dalam negeri 2025 ini yang diproyeksikan dapat menorehkan total selama setahun di angka 32,3 juta ton.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!