Kompleks Peribadatan Simbol Kerukunan Umat Beragama

Rabu, 04 Jun 2025, 03:09 WIB

KALIMANTAN TIMUR - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut pembangunan kompleks peribadatan di kawasan ibu kota Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi simbol kerukunan antar-umat beragama di Indonesia.

“Visi IKN sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar-umat beragama,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai fasilitas ibadah umat beragama di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (3/6).

Ket. Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. — Sumber: Antara

Ia menyebut simbol kerukunan dan inklusifitas di jantung ibu kota Indonesia terlihat dari kompleks peribadatan yang saat ini dalam proses pembangunan.

Di kompleks peribadatan di IKN tersebut dibangun masjid negara, pura, wihara, kelenteng, gereja Kristen dan Katolik sebagai simbol ibu kota Indonesia sebagai kota masa depan yang inklusif dan merangkul keberagaman.

Pembangunan tempat peribadatan yang sedang dilaksanakan saat ini, katanya, yakni masjid negara, sedangkan selanjutnya dibangun gereja Katolik.

Ia menjelaskan pembangunan tempat ibadah dalam satu kompleks tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam, yakin menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di IKN.

“Pembangunan fasilitas ibadah bagi masyarakat sangat penting dan sebagai bagian dari simbol kerukunan di ibu kota Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan ibu kota Indonesia dibangun sebagai wilayah inklusif, multikultural, dan tidak hanya dihuni etnis atau umat beragama tertentu.

Sebelumnya, Otorita IKN juga menghadirkan budaya Nusantara di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), melalui kegiatan Nusantara Culture Festival.2025.

“Nusantara Culture Festival tunjukkan budaya Nusantara, jadi IKN itu adalah Nusantara,” ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin di sela kegiatan di Sepaku, Penajam Paser Utara, akhir pekan kemarin.

Nusantara Culture Festival yang diikuti 500 peserta dari 33 daerah dan 25 Balai Pelestarian Budaya (BPK) itu diawali dengan pawai di seputar Plaza Seremoni, kemudian menunjukkan seni budaya masing-masing seperti tari tradisional. Parade menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Budaya Nusantara atau Nusantara Cultural Festival, yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2025. \ Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.