Konektivitas Udara: Rute Direct Bangkok-Surabaya Gairahkan Ekonomi Jatim

Senin, 02 Jun 2025, 10:50 WIB

SURABAYA - Pembukaan rute penerbangan langsung Bangkok-Surabaya oleh Thai Lion Air pada Jumat (30/5) lalu bukan sekadar penambahan jadwal terbang. Upaya ini dipandang sebagai strategi krusial yang didorong oleh sejumlah alasan utama demi menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis rute ini akan menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan di provinsi yang dijuluki "Gerbang Baru Nusantara" ini.

Keputusan membuka rute langsung Bangkok-Surabaya ini didasari oleh beberapa pertimbangan strategis yang matang:

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Bandara Dhoho Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA
  • Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Jawa Timur mencatat 56.971 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari–Maret 2025, menjadikannya provinsi dengan kunjungan tertinggi di Pulau Jawa. Thailand sendiri berada di peringkat keempat negara asal wisatawan yang menginap di Jatim. Adanya rute langsung diharapkan dapat melipatgandakan jumlah wisman dari Thailand, yang kini tidak perlu lagi transit.
  • Penguatan Konektivitas Internasional: Rute ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan dua pusat ekonomi dan pariwisata di Asia Tenggara. "Penerbangan ini bukan hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara," ujar Gubernur Khofifah. Konektivitas udara ini diharapkan dapat mengintegrasikan rantai nilai ekonomi, termasuk sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.
  • Aksesibilitas Destinasi Unggulan Jatim: Surabaya, Malang, Bromo-Tengger-Semeru, hingga Kawah Ijen adalah destinasi-destinasi unggulan Jawa Timur yang sangat diminati. Rute langsung ini akan mempermudah akses wisatawan dari Thailand dan sekitarnya untuk menjangkau destinasi-destinasi tersebut, mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan kenyamanan.
  • Potensi Pasar yang Belum Tergarap Optimal: Meskipun Thailand sudah masuk daftar negara penyumbang wisman ke Jatim, potensi pasar yang belum tergarap masih sangat besar. Rute langsung ini membuka peluang untuk promosi yang lebih agresif dan penawaran paket wisata yang lebih menarik bagi target pasar Thailand.

Didik Suryani, seorang pengamat pariwisata dari Surabaya, menyoroti bahwa rute ini adalah investasi jangka panjang. "Keputusan membuka rute direct ini adalah respons terhadap kebutuhan pasar dan juga strategi proaktif pemerintah daerah. Surabaya sebagai hub di Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pintu gerbang wisatawan Asia Tenggara, tidak hanya dari Thailand," jelas Didik. Ia menambahkan, ini juga bisa menjadi momentum bagi pengusaha lokal untuk mengembangkan paket wisata yang lebih menarik dan inovatif.

Selain itu, Putu Oka Sukanta, praktisi bisnis pariwisata di Bali yang juga sering berkunjung ke Jatim, melihat adanya peluang cross-selling destinasi. "Wisatawan Thailand yang sudah familiar dengan Bali, mungkin mencari pengalaman baru. Jawa Timur dengan keragaman alam dan budayanya adalah pilihan menarik. Rute langsung ini mempermudah mereka beralih destinasi atau bahkan menggabungkannya," kata Putu Oka.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus berkoordinasi dengan agen perjalanan di Thailand untuk memasarkan paket-paket wisata tematik yang menonjolkan keunikan Jatim.

Gubernur Khofifah berharap, rute Bangkok-Surabaya ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi juga mempererat hubungan budaya dan ekonomi antara Indonesia dan Thailand. Ini adalah upaya strategis yang didasari pada optimisme terhadap potensi besar Jawa Timur.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.