Transformasi Finansial: Gen Z Jadi Katalis Canggih di Era Keuangan Digital
📅 Kamis, 29 Mei 2025, 15:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Generasi Z memiliki peran yang signifikan dalam mendorong transformasi keuangan digital, baik sebagai pengguna, kreator, dan pendorong inovasi.
Pemahaman tentang kebutuhan dan preferensi Gen Z sangat penting bagi lembaga keuangan dan pemain industri untuk mengembangkan produk dan layanan yang relevan dan inovatif di era digital.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi memandang bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki peran strategis sebagai katalis transformasi digital sektor keuangan Indonesia.
Hal itu disampaikan Hasan saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat. Menurut Hasan, Gen Z juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan ujung tombak transformasi digital di Indonesia Timur.
“Literasi keuangan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menghadapi ekosistem keuangan yang terus berkembang,” kata Hasan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (28/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga turut menekankan kehadiran teknologi seperti blockchain, artificial intelligence, dan big data yang telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru dalam pengelolaan keuangan.
Hasan mengingatkan kepada mahasiswa untuk bijak dalam mengelola keuangan digital dan mewaspadai potensi penipuan di era layanan keuangan berbasis teknologi.
Saat ini, ujar dia, angka penipuan di keuangan digital masih tinggi karena literasi keuangan masyarakat Indonesia juga masih tergolong rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC) per Maret 2025, hampir sebanyak 80.000 laporan penipuan keuangan yang diterima IASC dengan kerugian mencapai Rp1,7 triliun.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai legalitas, logika investasi, dan risiko harus menjadi dasar masyarakat sebelum memilih produk keuangan digital.
Adapun kegiatan Digital Financial Literacy merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengembangkan inovasi teknologi di sektor keuangan dan mengedukasi masyarakat, khususnya kepada lebih dari 200 mahasiswa di Kota Sorong, Papua Barat dan sekitarnya, mengenai pentingnya literasi keuangan digital.
Hasan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata dari upaya OJK untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur, guna memastikan bahwa transformasi digital di sektor keuangan dapat dioptimalisasi secara merata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program literasi tahunan OJK yang dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya indeks literasi keuangan digital di tengah maraknya adopsi layanan keuangan berbasis teknologi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!