• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Masuk Alaskan 20.000 Tahun...

Masuk Alaskan 20.000 Tahun Lalu

Rabu, 28 Mei 2025, 07:14 WIB

JEJAK genetik langsung dari penduduk asli Amerika paling awal telah diidentifikasi untuk pertama kalinya dalam sebuah studi baru. Bukti genetik menunjukkan bahwa orang-orang mungkin telah memasuki benua itu dalam satu gelombang migrasi, mungkin tiba lebih dari 20.000 tahun yang lalu.

Data, yang berasal dari temuan arkeologi di Alaska yang dipublikasikan pada jurnal Nature pada 2018, menunjukkan keberadaan populasi penduduk asli Amerika yang sebelumnya tidak diketahui. Oleh para akademisi disebut Ancient Beringians atau Beringian Kuno.

Ket. Foto: Anak-anak Suku Quechua di perbatasan Andes dan lembah Amazoni, Peru — Sumber: AFP/CRIS BOURONCLE

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature dan menyajikan kemungkinan jawaban atas serangkaian pertanyaan lama tentang bagaimana Amerika pertama kali dihuni. Selama ini diterima secara luas bahwa pemukim paling awal menyeberang dari tempat yang sekarang disebut Rusia ke Alaska melalui jembatan darat kuno yang membentang di Selat Bering yang tenggelam pada akhir Zaman Es terakhir.

Namun, isu-isu seperti apakah ada satu kelompok pendiri atau beberapa, kapan mereka tiba, dan apa yang terjadi selanjutnya, merupakan subjek perdebatan yang luas. Dalam studi baru tersebut, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh akademisi dari Universitas Cambridge dan Kopenhagen.

Pada peneliti dari kedua universitas mengurutkan genom lengkap seorang gadis yang diberi nama Xach’itee’aanenh t’eede gay, atau Sunrise Child-girl, oleh masyarakat Pribumi setempat. Jasad anak ini ditemukan di situs arkeologi Upward Sun River di Alaska pada tahun 2013.

Yang mengejutkan mereka, mereka menemukan bahwa meskipun anak itu hidup sekitar 11.500 tahun yang lalu, lama setelah orang pertama kali tiba di wilayah tersebut, informasi genetiknya tidak cocok dengan salah satu dari dua cabang penduduk asli Amerika awal yang dikenal, yang disebut sebagai Utara dan Selatan. Sebaliknya, ia tampaknya berasal dari populasi penduduk asli Amerika yang sama sekali berbeda, yang mereka sebut Beringia Kuno.

Orang Beringia kuno sendiri kemudian terpisah dari kelompok leluhur lebih awal daripada cabang Utara atau Selatan sekitar 20.000 tahun yang lalu. Namun, kontak genetik berlanjut dengan sepupu penduduk asli Amerika mereka, setidaknya sampai gadis Upward Sun River lahir di Alaska sekitar 8.500 tahun kemudian.

Kedekatan geografis yang diperlukan untuk kontak berkelanjutan semacam ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa migrasi awal ke Amerika mungkin telah terjadi ketika orang Beringia Kuno memisahkan diri dari garis leluhur utama.

Akhirnya, para peneliti menetapkan bahwa cabang penduduk asli Amerika Utara dan Selatan baru terpisah antara 17.000 dan 14.000 tahun yang lalu yang, berdasarkan bukti yang lebih luas, menunjukkan bahwa mereka pasti sudah berada di benua Amerika di sebelah selatan es gletser. hay

  • Penduduk Asli Amerika

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.