Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Tolak Desakan Penghentian Pengayaan Uranium

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran Tolak Desakan Penghentian Pengayaan Uranium Doc: AFP/HAITHAM AL-SHUKAIRI
Ket. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

TEHERAN - Iran pada Senin (26/5) mengesampingkan penangguhan pengayaan uranium sebagai bagian dari kesepakatan nuklir apa pun dengan Amerika Serikat (AS). Penangguhan itu merupakan tuntutan utama Washington DC dalam putaran perundingan berikutnya antara kedua musuh bebuyutan tersebut.

Isu ini menjadi fokus dalam beberapa pekan terakhir, dengan Iran dengan gigih membela haknya untuk memperkaya uranium sebagai bagian dari apa yang disebutnya sebagai program nuklir sipil, sementara AS menginginkannya dihentikan.

Negosiasi, yang dimulai pada April, merupakan kontak tingkat tertinggi antara kedua belah pihak sejak AS keluar dari perjanjian nuklir penting tahun 2015 selama masa jabatan pertama Presiden AS, Donald Trump.

Trump menggambarkan putaran diskusi terakhir di Roma sebagai “sangat, sangat bagus”, sementara Menteri Luar Negeri Iran justru menggambarkannya sebagai perundingan yang “pelik”.

Sejak kembali menjabat, Trump telah menghidupkan kembali kampanye tekanan maksimum terhadap republik Islam itu, mendukung diplomasi tetapi memperingatkan tindakan militer jika gagal. Sementara Teheran menginginkan kesepakatan baru yang akan meringankan sanksi yang menghantam ekonominya.

Pemerintah Barat dan Israel mencurigai Iran sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir, namun tuduhan itu dibantah keras Iran.

Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang memimpin pembicaraan untuk Washington DC, mengatakan AS bahkan tidak dapat mengizinkan satu persen pun pengayaan oleh Iran hingga pada Senin, Iran memutuskan untuk menangguhkan pengayaan uraniumnya.

“Informasi ini hanyalah isapan jempol belaka dan sepenuhnya salah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, saat ditanya tentang kemungkinan tersebut dalam jumpa pers di Teheran.

Tidak Konklusif

Menyusul putaran terakhir perundingan yang dimediasi Oman di Roma, Menteri Luar Negeri Iran dan kepala negosiator, Abbas Araghchi, meremehkan kemajuan tersebut dengan menekankan bahwa negosiasi tersebut terlalu rumit untuk diselesaikan dalam dua atau tiga pertemuan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengatakan putaran kelima berakhir dengan beberapa kemajuan namun tidak konklusif, seraya menambahkan ia berharap masalah yang tersisa akan diklarifikasi dalam beberapa hari mendatang.

Pembicaraan tersebut dilakukan menjelang pertemuan pengawas nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional yang berpusat di Wina, pada Juni, di mana kegiatan nuklir Iran akan ditinjau. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Olahraga
Inter Ingin Juara Liga Cham...
Advertisement
Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.