Misi Damai Ekonomi: Mendag Serukan Negosiasi Aktif di Forum AECC
Minggu, 25 Mei 2025, 20:54 WIBJAKARTA - Ketidakpastian kebijakan perdagangan dapat membuat bisnis lebih waspada dan mengurangi investasi, yang dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Perusahaan mungkin menunda keputusan investasi atau ekspansi hingga ada kepastian mengenai arah kebijakan perdagangan.
Ketidakpastian dapat meningkatkan risiko investasi, sehingga meningkatkan biaya modal. Hal ini dapat menghambat investasi asing langsung dan investasi domestik, yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan pentingnya diplomasi, negosiasi proaktif dan kesatuan ASEAN dalam menghadapi risiko yang meningkat pada ekonomi global saat menghadiri Pertemuan ke-25 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA (ASEAN Economic Community Council/AECC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/5).
"Ekonomi global menghadapi risiko yang meningkat di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan," kata Mendag Budi Santoso dalam keterangan di Jakarta, Minggu (25/5).
"Saya ingin menekankan betapa pentingnya diplomasi dan negosiasi proaktif untuk mengurangi sentimen negatif dan pengalihan perdagangan (trade diversion), serta menjaga stabilitas ekonomi global," lanjut Mendag.
Ia menyampaikan ada dua catatan strategis kunci yang disimpulkan dari sejumlah diskusi produktif pada pertemuan-pertemuan tingkat kawasan, baik intra-ASEAN maupun ASEAN dengan negara mitra.
Pertama, dari sisi hubungan dengan eksternal ASEAN, perlu ada pendekatan ganda yang menggabungkan diversifikasi mitra dagang dengan utilisasi berbagai perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki ASEAN.
Sementara itu, dari sisi internal ASEAN, perlu upaya memperdalam integrasi regional dengan mempercepat inisiatif prioritas, misalnya, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Para Menteri Dewan MEA menyambut baik penyelesaian substansial pembaruan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan ditargetkan dapat ditandatangani di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN pada Oktober 2025.
Pendalaman komitmen integrasi ASEAN diharapkan dapat meningkatkan perdagangan intra-ASEAN secara signifikan.
Kedua, pentingnya memastikan kawasan ASEAN tetap produktif dan kompetitif. Hal ini sejalan dengan semangat kepemimpinan Malaysia tahun ini, yaitu "Inclusivity & Sustainability".
Menurut dia, ada risiko kesenjangan yang melebar seiring meningkatnya persaingan internal untuk mengambil peluang dari restrukturisasi rantai pasok global.
"Sinergi, kolaborasi dan persatuan ASEAN sangat penting dalam menghadapi tantangan geo ekonomi saat ini dan masa depan. Hanya melalui kerja sama, kita dapat mengatasi tantangan multidimensi ini dan membuka jalan menuju ASEAN yang lebih tangguh dan makmur," imbuh Budi.
- ASEAN
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi.
-
BMKG Minta Nelayan Waspadai Gelombang hingga Empat Meter di Perairan Laut NTT
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Asean Sepakat Dorong Anggaran Ketahanan Iklim di Kawasan
-
Bandara Pangkalpinang Buka Ruang Tunggu Baru Hadapi Arus Mudik
-
Impor dari India, Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional Koperasi Merah Putih
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.