Bursa Ceria, IHSG Tembus Kenaikan 107 Poin Sepekan Ini
Jumat, 23 Mei 2025, 18:13 WIBJAKARTA - Pasar saham di tanah air mencatatkan kinerja positif sepekan ini, didorong oleh berbagai faktor domestik dan global meliputi capital inflow, penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia, rebalancing indeks MSCI, penguatan sektor-sektor tertentu, dan stabilitas politik dan valuasi saham yang menarik
Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor tersebut memberikan dorongan kuat bagi IHSG untuk mencatatkan penguatan 107,63 poin atau 1,51 persen selama pekan 19â23 Mei 2025.Â
Seperti dimetahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/5) sore, ditutup menguat dipimpin oleh saham- saham sektor barang baku (basic materials).
IHSG ditutup menguat 47,18 poin atau 0,66 persen ke posisi 7.214,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,53 poin atau 0,19 persen ke posisi 816,54.
âDi dalam negeri, IHSG menguat karena masih terasanya euphoria pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) dari sebelumnya 5,75 menjadi 5,50 persen," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Jumat (23/5).
Dari mancanegara, Morgan Stanley menaikkan perkiraan PDB 2025 untuk Tiongkok menjadi 4,5 persen dan 4,2 persen untuk tahun 2026, menyusul meredanya ketegangan perdagangan Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS) dan stimulus fiskal yang diharapkan sebesar 500 miliar yuan hingga 1 triliun yuan untuk infrastruktur.
Selain itu, otoritas keuangan Tiongkok telah mengusulkan serangkaian langkah stimulus baru yang ditujukan untuk mendukung usaha kecil dan mikro, khususnya di sektor pertanian, yang mencakup perluasan akses ke berbagai jenis pembiayaan, seperti pinjaman pertama kali, kredit perusahaan, dan pinjaman jangka menengah hingga panjang.
Bank akan didorong untuk menetapkan suku bunga pinjaman yang wajar bagi bisnis ini dan mengurangi biaya tambahan terkait pinjaman. Selain itu, regulator akan memandu pemberi pinjaman untuk menyederhanakan prosedur persetujuan guna meningkatkan akses ke pembiayaan.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dimana sektor barang baku paling tinggi yaitu 3,23 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 1,05 persen dan 0,66 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor barang konsumen non primer minus 0,94 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor infrastruktur yang masing-masing minus 0,57 persen dan 0,43 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAJA, TGUK, FAST, RAJA, dan SHIP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBSS, MITI, MSIN, HAJJ, dan SOFA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.183.772 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,79 miliar lembar saham senilai Rp12,14 triliun. Sebanyak 280 saham naik, 315 saham menurun, dan 211 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 154,13 poin atau 0,42 persen ke 37.140,00, indeks Hang Seng menguat 56,95 poin atau 0,24 persen ke 23.601,78, indeks Shanghai melemah 31,82 poin atau 0,94 persen ke 3.348,48, dan indeks Strait Times menguat 2,33 poin atau 0,06 persen ke 3.882,11.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.