Lima Pelaku Dihukum karena Serangan Rasis kepada Vinicius Jr

Kamis, 22 Mei 2025, 09:45 WIB

MADRID – Lima orang dijatuhi hukuman penjara atas pelecehan rasis terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Jr, dalam sebuah pertandingan. Putusan ini menjadi tonggak sejarah di Spanyol, karena untuk pertama kalinya hinaan rasial di stadion sepak bola dikategorikan sebagai kejahatan kebencian, demikian diumumkan La Liga, Rabu (21/5).

Kejadian tersebut berlangsung pada bulan Desember 2022 saat Real Madrid menang 2-0 atas Real Valladolid. Vinicius diduga mendapat hinaan rasial dari tribun saat berjalan melewati suporter setelah digantikan di Stadion Jose Zorrilla.

Ket. Foto: Penyerang Real Madrid, Vinicius Jr. — Sumber: AFP

Pengadilan Provinsi Valladolid menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada kelima pelaku serta denda antara 1.080 euro hingga 1.620 euro. Namun, hukuman penjara tersebut ditangguhkan dengan syarat mereka tidak melakukan pelanggaran dalam tiga tahun ke depan. Mereka juga dilarang menghadiri pertandingan sepak bola selama periode yang sama.

“Putusan ini menjadi langkah penting dalam memerangi rasisme di olahraga Spanyol," ujar LaLiga dalam pernyataan resminya. "Hingga kini, pengadilan biasanya hanya menganggap tindakan semacam ini sebagai pelanggaran terhadap integritas moral dengan unsur rasisme sebagai pemberat. Namun putusan ini secara eksplisit menyebutnya sebagai kejahatan kebencian."

LaLiga menyebut keputusan ini sebagai hasil dari upaya mereka yang mengajukan gugatan pertama kali dan bertindak sebagai penuntut pribadi, sebelum akhirnya mendapat dukungan dari Vinicius, Real Madrid, dan Kejaksaan.

Dalam sistem hukum Spanyol, hukuman penjara di bawah dua tahun untuk pelanggaran non-kekerasan biasanya tidak perlu dijalani oleh terdakwa tanpa catatan kriminal sebelumnya.

Sebelumnya, pada bulan Juni 2023, tiga suporter Valencia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara karena menghina Vinicius dengan teriakan dan gestur bernada rasis. Sementara pada September lalu, seorang suporter Mallorca yang melakukan tindakan serupa terhadap Vinicius dan pemain Villarreal, Samuel Chukwueze, juga dijatuhi hukuman penjara yang ditangguhkan, disertai pelatihan anti-diskriminasi dan larangan masuk stadion selama tiga tahun.

Vinicius Jr, yang kerap menjadi sasaran hinaan rasis di lapangan, secara terbuka menyerukan perubahan sistemik dalam penanganan rasisme di sepak bola Spanyol. Putusan ini pun menjadi langkah simbolis penting yang memperkuat pesan: intoleransi tidak memiliki tempat di dunia olahraga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.