Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan ke 5,50%, Fokus Dorong Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global
Kamis, 22 Mei 2025, 15:00 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Rabu (15/5), sesuai ekspektasi pasar. Ini merupakan lanjutan dari langkah pelonggaran moneter yang diambil BI untuk merespons perlambatan ekonomi domestik setelah tekanan terhadap nilai tukar rupiah mereda.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan inflasi yang tetap rendah dan terkendali, serta sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
âKeputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang rendah dan terkendali pada 2025 dan 2026, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,â ujar Perry.
BI juga mendorong sektor perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit dan menyalurkan lebih banyak pinjaman ke sektor riil. Perry mengajak bank untuk proaktif dalam mendukung pemulihan ekonomi:
âMari kita turunkan suku bunga kita, terutama dalam penyaluran kredit untuk mendukung pertumbuhan,â ujarnya.
Selain itu, BI menaikkan batas maksimal pendanaan asing bagi bank menjadi 35% dari modal inti, dari sebelumnya 30%, mulai berlaku 1 Juni 2025, guna memperluas sumber likuiditas valas.
Perekonomian Indonesia tumbuh 4,87% pada kuartal I-2025, laju terlemah dalam lebih dari tiga tahun. BI pun merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 4,6%â5,4%, dari sebelumnya 4,7%â5,5%. Angka ini masih di bawah target pemerintah 5,2%, dan ambisi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan hingga 8% pada 2029.
Pertumbuhan kredit juga melambat pada April menjadi 8,88%, turun dari 9,16% di bulan sebelumnya. Target pertumbuhan kredit 2025 pun diturunkan menjadi 8%â11%, dari 11%â13%.
Rupiah, yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS pada April, telah menguat lebih dari 3%. Stabilitas nilai tukar ini memberikan ruang bagi BI untuk melanjutkan pelonggaran moneter. Perry menegaskan bahwa BI tetap siap melakukan intervensi, termasuk di pasar luar negeri, jika tekanan kembali muncul.
Sejumlah ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga akan berlanjut. Ryota Abe dari SMBC menyebut:
âPerkiraan kami, BI akan memangkas suku bunga dua kali lagi pada 2025 menjadi 5,00%, tergantung pada nilai tukar rupiah dan kondisi inflasi.â
Dengan tekanan global yang mereda dan inflasi yang terkendali, ruang pelonggaran kebijakan moneter BI dinilai masih terbuka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Presiden Tegaskan Ungkap Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara
-
Kemenekraf Targetkan Penyaluran KUR Berbasis KI Rp10 Triliun
-
Malteng Siapkan Rp640 Miliar, Industri Kelapa dan Pala Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
-
Menang 5-2 Belum Cukup, Luis Enrique Siapkan 'Neraka' untuk Chelsea di Stamford Bridge
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
-
Puluhan Instalasi Seni Dipamerkan dalam Pameran Anarta Topeng Labu 2026
-
Analis: Sentimen 'Sell America' Dorong Penguatan Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.