Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Kasus Demam Berdarah, Dinkes Bantul Optimalkan Gerakan PSN

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 19:40 WIB | Oleh:
Cegah Kasus Demam Berdarah, Dinkes Bantul Optimalkan Gerakan PSN Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara.

BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengoptimalkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penularan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang semakin masif pada musim hujan masih tinggi saat ini.

"Kita memang belum optimal untuk gerakan PSN sehingga tentunya juga yang harus kita sikapi adalah lebih mengoptimalkan gerakan PSN di seluruh wilayah kabupaten," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Triwidiyantara di Bantul, Rabu.

Menurut dia, gerakan PSN di seluruh wilayah Bantul lebih dioptimalkan karena selama tahun 2025 tren kasus demam berdarah cenderung tinggi, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.

"Kasus DBD saat ini kita fluktuatif, data per pekan itu fluktuatif ada pekan yang naik, ada yang turun, tapi secara umum di Bantul masih cukup tinggi untuk angka kasus DBD di 2025 ini, angkanya sampai pekan ini sekitar 370an kasus," katanya.

Dia mengatakan, meski tidak menyebut angka kasus di tahun 2024, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 ada sedikit peningkatan.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun 2023 sudah jauh melebihi, namun kalau dibandingkan dengan tahun kemarin (2024) dalam periode Januari sampai pertengahan Mei tidak begitu jauh, tapi ada kenaikan," katanya.

Menurut dia, yang menjadi faktor pada tahun 2025, angka kasus DBD cenderung tinggi karena beberapa faktor, salah satunya adalah curah hujan yang masih tinggi, bahkan pada bulan Mei yang seharusnya masuk kemarau, justru masih sering hujan.

"Jadi cuaca yang masih hujan terus ini juga berpengaruh, karena itu sejak awal tahun kita sudah menyampaikan kewaspadaan kaitannya dengan lonjakan DBD ini, mungkin kita perlu lakukan upaya yang lebih intensif lagi untuk bisa mencegah DBD," katanya.

Dia mengatakan, dalam mengoptimalkan gerakan PSN, pihaknya melibatkan kader kesehatan yang ada di puskesmas, kalau dulunya masih kurang intensif melakukan sosialisasi gerakan PSN, maka harus ditingkatkan lagi.

"Kita juga ada kader jumantik, dan mungkin ini lebih diintensifkan lagi jumantik yang ada di wilayah kabupaten, mungkin dulu rajin memantau, sekarang agak menurun, ini yang perlu kita dorong lagi, agar lebih bisa dioptimalkan," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.