Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Gagas Dana Moneter Regional

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Gagas Dana Moneter Regional Doc: AFP/HASNOOR HUSSAIN
Ket. Anwar Ibrahim

KUALA LUMPUR - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) mulai menghidupkan kembali wacana pembentukan dana moneter regional dan memperkuat keamanan keuangan kawasan, demikian disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai ketua Asean.

Dalam sesi wawancara eksklusif  dengan TV BRICS di Kazan, Russia, pada Jumat (16/5) lalu, seperti dikutip The Star Daily, Anwar menegaskan bahwa Asean kini tengah bergerak aktif untuk melakukan transformasi, khususnya di bidang moneter, karena dinilai semakin mendesak.

“Salah satu contohnya adalah Chiang Mai Initiative (gagasan Chiang Mai), di mana bank-bank sentral di kawasan bekerja sama dan mendorong penggunaan mata uang lokal, seperti yang sedang berlangsung bersama Thailand, Indonesia, dan Tiongkok," kata PM Anwar.

"Ketiganya menargetkan 20 persen transaksi perdagangan dilakukan dengan mata uang lokal yang nilainya mencapai miliaran dollar,” imbuh dia seraya menambahkan bahwa hal itu menjadi langkah awal sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

“Meski dollar (Amerika Serikat) masih menjadi mata uang dominan secara global, kita setidaknya dapat menciptakan ruang perlindungan untuk memitigasi risiko dan melindungi kepentingan nasional,” kata ketua Asean menambahkan.

Anwar juga menyinggung pertemuan tingkat tinggi Asean yang akan digelar di Malaysia pada 26-27 Mei, yang menurutnya akan berfokus pada isu-isu ekonomi.

“KTT ini akan menjadi kesempatan untuk melibatkan mitra-mitra dagang utama Asean dan memperkuat komitmen blok ini terhadap kerja sama multilateral berbasis aturan,” ucap PM Anwar.

Asean adalah organisasi antar-pemerintah yang terdiri dari 10 negara: Indonesia, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

Malaysia memegang keketuaan bergilir Asean pada tahun 2025 ini. SB/Ant/Anadolu/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.