- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Mungkin Bakal Terapkan ...
AS Mungkin Bakal Terapkan Tarif Perdagangan per Kawasan
Selasa, 20 Mei 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menerapkan tarif berdasarkan kawasan karena waktu semakin sempit untuk merundingkan kesepakatan dagang dengan banyak negara di seluruh dunia.
Menteri Keuangan Scott Bessent pada Minggu (18/5), mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump kini berupaya mencapai kesepakatan dagang dengan sejumlah negara mitra utama terkait pemberlakuan tarif besar-besaran oleh AS pada April.
Saat tampil dalam acara CNN, Bessent mengatakan dia memperkirakan akan melakukan banyak kesepakatan kawasan.
âIni tarif untuk Amerika Tengah, ini tarif untuk kawasan Afrika tertentu, tetapi fokus kami saat ini adalah 18 hubungan dagang yang penting,â kata Bessent seperti dikutip dari Antara.
Berdasarkan kebijakan tarif timbal-balik (resiprokal), Trump pada 2 April mengenakan tarif impor dasar 10 persen kepada hampir semua negara di dunia dan tarif tambahan yang lebih tinggi kepada sekitar 60 negara yang menikmati surplus perdagangan dengan AS.
Dia kemudian menunda tarif khusus terhadap negara-negara tertentu selama 90 hari untuk bernegosiasi hingga awal Juli, tetapi para pejabat AS kesulitan menyelesaikan begitu banyak perundingan dalam waktu yang tersedia.
Pada Jumat, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengirim surat ke banyak negara dalam dua hingga tiga pekan ke depan untuk memberi tahu berapa banyak yang harus mereka bayar untuk berbisnis di AS.
Dia menambahkan bahwa sekitar 150 negara ingin merundingkan kesepakatan dengan AS, tetapi dia tidak menjelaskan negara mana saja yang akan menerima surat tersebut.
Sejumlah negara seperti India, Jepang, dan Korea Selatan diyakini termasuk dalam 18 mitra dagang penting AS karena mereka telah melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Trump sejak penundaan tarif.
Selain 18 negara itu, Bessent mengatakan ada 20 negara lain yang juga memiliki hubungan perdagangan yang kuat dengan AS.
Menurut dia, Trump akan memberlakukan tarif yang sama sebelum penundaan jika mereka tidak bernegosiasi dengan itikad baik.
âDaya tawar negosiasi yang dibicarakan Presiden Trump di sini adalah jika Anda tidak ingin berunding, maka tarifnya akan kembali ke tingkat 2 April,â kata Bessent dalam âMeet the Pressâ di NBC pada Minggu.
Beberapa Klaster
Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan, kalau tarif dikenakan berdasarkan kawasan, maka Trump akan mempertimbangkan tarif menjadi beberapa klaster berdasarkan seberapa penting negara tersebut bagi AS.
âMungkin jika negara tersebut penting bagi AS, maka bisa diberi tarif rendah, begitu juga sebaliknya,âungkap Esther.
Negara itu menurut Esther bisa dianggap penting jika lebih banyak impor barang dari AS sehingga imbal baliknya tarif ekspor ke AS lebih murah.
Khusus Indonesia, ekspor RI ke AS hanya 9,3 persen dari total ekspor Indonesia lalu impor Indonesia dari AS hanya 5,2 persen dari total Impor Indonesia. Jadi sebenarnya kalau menurut data posisi Indonesia tidak terlalu penting bagi AS dan sebaliknya.
Tetapi dampak kenaikan tarif AS ini akan menjadi luberan barang barang negara lain seperti Tiongkok, Vietnam yang biasa ekspor ke AS maka akan beralih ke Indonesia.
âJadi, pemerintah harus melindungi industri domestik dari gempuran produk dari negara negara itu Jangan sampai industri manufaktur Indonesia makin terpuruk yang berakibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar besaran,âpungkasnya.
- perang tarif
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Deal, Trump Umumkan Capai Kesepakatan Tarif dengan Indonesia, Produk RI Dikenakan Tarif 19%
-
Tegas! Malaysia Perketat Izin Ekspor Jadi Satu Pintu untuk Perangi Ekspor Ilegal ke AS
-
AS Menunggu Niat Baik Tiongkok untuk Meredakan Perang Dagang
-
Trump Mencoba Persatukan Dunia melawan Tiongkok, Menenangkan Pasar Saham
-
Tiongkok Tidak Mau Perang Dagang Tapi Tak Takut Tarif 125 Persen
-
ASEAN Menekankan Komitmennya untuk Melakukan “Dialog yang Jujur dan Konstruktif” dengan Washington.
-
Tiongkok Kecam Negara-negara yang Berlomba Mengamankan Kesepakatan Dagang dengan AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.