ASEAN Menekankan Komitmennya untuk Melakukan “Dialog yang Jujur dan Konstruktif” dengan Washington.

Kamis, 10 Apr 2025, 23:55 WIB
KUALA LUMPUR – Para menteri ekonomi ASEAN (Association of South East Asia Nations) pada Kamis (10/4), mengatakan, kelompok regional tersebut  tidak akan mengambil tindakan pembalasan apa pun dalam menanggapi kebijakan tarif impor Amerika Serikat. 
Dikutip dari The Straits Times, kelompok 10 negara tersebut menekankan komitmennya untuk melakukan "dialog yang jujur dan konstruktif" dengan Washington untuk mengatasi berbagai masalah terkait perdagangan, di tengah ketidakpastian yang timbul akibat tarif timbal balik yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada tanggal 2 April.
"Kami menyatakan niat bersama untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan konstruktif dengan AS guna mengatasi berbagai masalah terkait perdagangan. Komunikasi dan kolaborasi yang terbuka akan sangat penting untuk memastikan hubungan yang seimbang dan berkelanjutan,"
bunyi pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Malaysia.
“Dengan semangat itu, ASEAN berkomitmen untuk tidak mengenakan tindakan balasan apa pun sebagai respons terhadap tarif AS."
Pertemuan khusus tersebut dipimpin oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Aziz.
ASEAN juga menyatakan dukungannya terhadap Organisasi Perdagangan Dunia sebagai platform utama untuk dialog, menyoroti perannya dalam mencegah meningkatnya ketegangan perdagangan dan mempromosikan solusi kooperatif berbasis aturan.
Pada tanggal 2 April, Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap impor ke AS, dengan barang-barang dari Asia Tenggara dikenakan pungutan mulai dari tarif dasar 10 persen hingga 49 persen.
Tarif timbal balik mulai berlaku pada tanggal 9 April tetapi ditangguhkan beberapa jam kemudian selama jangka waktu 90 hari untuk sebagian besar negara.
Namun, target utama Tiongkok terus menghadapi tarif dalam perang dagang yang meningkat, pada tingkat yang sangat tinggi sebesar 125 persen, setelah Beijing mengenakan tarif pembalasan sebesar 84 persen pada barang-barang dari AS.
Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, yang menghadiri pertemuan virtual tersebut, mengatakan pada tanggal 10 April: “Perang dagang yang sedang berlangsung menandai keretakan tajam ekonomi global yang berdampak besar bagi Singapura dan seluruh kawasan ASEAN. Di masa-masa yang tidak menentu ini, hasil pertemuan ini merupakan bukti komitmen ASEAN yang teguh terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan yang terbuka, dapat diprediksi, dan transparan. ASEAN berharap adanya dialog yang konstruktif dengan AS untuk mengatasi berbagai masalah dan menjajaki peningkatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.”
Gan, yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, menambahkan: “Singapura tetap bertekad untuk melewati masa-masa sulit ini dengan solidaritas bersama negara-negara anggota ASEAN. Kami juga akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat integrasi ekonomi regional, termasuk mencari inisiatif pertumbuhan baru seperti ekonomi digital dan ekonomi hijau serta memperluas hubungan ekonomi ASEAN dengan mitra eksternal.”
  • perang tarif

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.