Sha'Carri Richardson Gagal Bersinar dalam Ajang Pembuka Musim di Tokyo

Senin, 19 Mei 2025, 08:05 WIB

TOKYO, JEPANG – Peraih medali perak Olimpiade nomor 100 meter, Sha’Carri Richardson, tampil di bawah ekspektasi dalam ajang pembuka musimnya di ajang Golden Grand Prix Tokyo, Minggu (18/5), hanya finis keempat dengan catatan waktu 11,47 detik — empat bulan jelang Kejuaraan Dunia yang akan digelar di stadion yang sama.

Sprinter asal Amerika Serikat itu tampak belum berada dalam performa terbaik. Ia mengenakan perban pada kaki kanan bagian bawah dan terlihat lambat saat start, tak sekalipun memimpin lomba yang akhirnya dimenangi pelari Australia, Bree Rizzo, dengan waktu 11,38 detik.

Ket. Foto: Peraih medali perak Olimpiade nomor 100 meter, asal Amerika Serikat, Sha’Carri Richardson. — Sumber: AFP

Rekan senegaranya, Twanisha Terry — peringkat lima di Olimpiade lalu — finis kedua dengan 11,42 detik, disusul pelari Kanada, Sade McCreath, di posisi ketiga dengan 11,46 detik.

Meski hasil ini mengecewakan, Richardson masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri jelang upaya mempertahankan gelar juara dunia yang akan digelar di Tokyo pada bulan September mendatang.

“Ini baru awal musim bagi para atlet dan mereka akan jauh lebih kuat saat Kejuaraan Dunia nanti,” ujar Rizzo usai kemenangan mengejutkannya.

“Saya sangat mengagumi mereka, jadi bisa menang di antara nama-nama besar itu sangat membanggakan, apalagi sebagai atlet Australia.”

Di nomor putra, pacar sekaligus rekan latihan Richardson, Christian Coleman, finis ketiga dalam nomor 100 meter putra dengan catatan 10,11 detik.

Pelari tuan rumah, Hiroki Yanagita, menjadi juara dengan waktu 10,06 detik, mengalahkan sprinter muda AS, Christian Miller, yang finis kedua dengan 10,08 detik.

“Setiap balapan adalah perjuangan mental dan batin bagi saya untuk terus berkembang,” ujar Coleman, juara dunia 100 meter 2019. “Saya merasa ada beberapa hal positif hari ini, dan saya ingin terus memperbaikinya.”

Di nomor lompat tinggi putri, juara dunia dan Olimpiade asal Ukraina, Yaroslava Mahuchikh, meraih kemenangan dengan lompatan 1,96 meter — jauh dari rekor dunianya 2,10 meter.

Mahuchikh juga tercatat memenangi dua seri Diamond League sebelumnya di Tiongkok, yakni di Xiamen dan Shanghai/Keqiao. “Saya puas dengan hasil kompetisi ini,” katanya.

“Tentu hasilnya tidak luar biasa, tapi saya senang karena tubuh saya memang belum siap untuk melompat tinggi kali ini.”

Tuan rumah Jepang turut berjaya lewat Haruka Kitaguchi, sang juara dunia dan Olimpiade yang keluar sebagai pemenang nomor lempar lembing putri dengan jarak 64,16 meter.

Sementara di nomor 200 meter putra, sprinter Amerika Robert Gregory meraih kemenangan dengan waktu 20,24 detik, mengalahkan juara Olimpiade Tokyo 2021, Andre De Grasse dari Kanada.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.