Saat Pasar Goyang, Emas Digital Justru Makin Laris
Kamis, 22 Jan 2026, 11:20 WIBJAKARTA â Volume perdagangan pasar emas fisik secara digital mencatat pertumbuhan 25,20 persen, menandakan minat masyarakat terhadap aset aman masih cukup kuat.
Di tengah fluktuasi pasar keuangan dan ketidakpastian global, emas digital makin dilirik karena dinilai praktis, transparan, dan mudah diakses.
Kenaikan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor ritel yang mulai mengandalkan platform digital untuk menjaga nilai aset, sekaligus menunjukkan bahwa instrumen lindung nilai masih menjadi pilihan saat pasar bergerak tidak menentu.
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) melaporkan volume perdagangan pasar emas fisik secara digital di ICDX sebesar 58.654.322 gram pada 2025 atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar 46.849.357 gram.
Adapun nilai transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX pada tahun 2025 tercatat senilai Rp115,6 triliun, tumbuh 101,04 persen dibandingkan tahun 2024 dengan nilai transaksi sebesar Rp57,5 triliun.
âMasyarakat Indonesia terlihat makin meminati pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka,â kata Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (22/1).
Dia menyampaikan bahwa peningkatan minat masyarakat melakukan pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka karena pengaruh sejumlah faktor.
Pertama ialah masyarakat lebih praktis untuk membeli emas karena tak perlu datang ke gerai penjualan emas, tetapi hanya cukup menggunakan aplikasi di smartphone.
Kedua yaitu adanya dampak positif dari digitalisasi yang menyentuh semua sektor kehidupan, termasuk dalam membeli emas.
Terakhir adalah para generasi muda yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri mulai melakukan investasi emas secara digital dengan nilai sesuai kemampuan mereka.
Berdasarkan tren positif tersebut, lanjutnya, ICDX berharap volume transaksi di tahun 2026 bisa terus bertumbuh hingga 30 persen.
Pihaknya berkomitmen untuk selalu meningkatkan layanan kepada para pemangku kepentingan, dan meyakini perdagangan emas fisik secara digital bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan investasi emas dengan cara lebih praktis.
âMekanisme ini juga kami pastikan aman, dimana dalam perdagangan ini diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), lembaga kliring yang berperan menjadi lembaga penjaminan dan penyelesaian transaksi, serta lembaga depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digitalâ, ungkap Nursalam.
Menurut Dekan Fakultas Ekonomi & Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo, peningkatan minat masyarakat untuk melakukan investasi di emas secara digital merupakan hal positif dalam dunia investasi di Indonesia, karena menjadi alternatif untuk memperkaya portofolio investasi.
âSelanjutnya yang menjadi pekerjaan rumah para pemangku kepentingan di ekosistem ini adalah terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait keamanan transaksi. Hal ini menjadi penting, karena masyarakat melihat aspek keamanan transaksi sebagai hal yang penting dalam mereka melakukan investasi,â ujar Yoyok.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jalan Rusak Ditambal Aspal Instan, PUPR Kota Tangerang Lakukan Penanganan Sementara Demi Keselamatan Pengguna Jalan
-
Kadin-BKPM Sepakat Pangkas Birokrasi: Era Baru Perizinan Super Cepat Dimulai!
-
Mengejutkan! Rapper Nicky Minaj Tampil di Acara MAGA, Memberi Pujian untuk Presiden Trump
-
Joko Anwar Fobia Lubang di Poster "Ghost in the Cell"
-
Azerbaijan Tuduh Iran Usai Dihantam Serangan Drone
-
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Ratu Máxima
-
Pemkab Batang Gelar Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Jelang Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.