Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penting Nih! Bagi Calon Orang Tua, Pastikan Kesehatan Janin dengan Diagnosis Prenatal

📅 Senin, 19 Mei 2025, 17:43 WIB | Oleh:
Penting Nih! Bagi Calon Orang Tua, Pastikan Kesehatan Janin dengan Diagnosis Prenatal Doc: (ANTARA/HO-baona dari iStockphoto)
Ket. Ilustrasi konsultasi kehamilan.

JAKARTA - Diagnosis prenatal merupakan langkah penting bagi calon orang tua untuk memastikan kondisi kesehatan janin sejak dini, kata dr Reza Tigor Manurung, Sp.OG, Subsp.KFM, Dokter Subspesialis Fetomaternal di Women’s Health Center Bethsaida Hospital.

Menurut dr Reza, diagnosis prenatal membantu mendeteksi potensi kelainan pada janin sebelum lahir. Hal ini memungkinkan orang tua untuk merencanakan langkah terbaik bagi masa depan anak mereka.

"Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan kondisi kesehatan janin diketahui lebih awal. Diagnosis prenatal bukan hanya tentang mendeteksi masalah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi calon orang tua untuk merencanakan yang terbaik," kata dr Reza dalam keterangannya pada Senin (19/5).

Diagnosis prenatal terdiri dari berbagai tes yang bertujuan untuk mendeteksi kelainan kromosom, cacat lahir, dan penyakit genetik.

"Beberapa kelainan yang dapat dideteksi melalui diagnosis prenatal antara lain down syndrome, cacat jantung, spina bifida, dan cystic fibrosis," kata dr Reza.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada beberapa tahapan kehamilan sesuai dengan waktu yang paling tepat agar hasilnya lebih akurat dan efektif.

Tes skrining trimester pertama dilakukan pada minggu ke-11 hingga ke-13 kehamilan dan bertujuan untuk menilai risiko kelainan kromosom.

Pada trimester kedua, biasanya antara minggu ke-18 hingga ke-22, dilakukan USG anatomi untuk memeriksa struktur organ janin secara menyeluruh.

Selain itu, ada juga NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) yang dapat dilakukan mulai minggu ke-10 kehamilan dengan mengambil sampel darah ibu guna menganalisis DNA janin.

Untuk mendeteksi kelainan genetik secara pasti, prosedur invasif seperti amniosentesis dilakukan setelah minggu ke-15 kehamilan. Ada pula Chorionic Villus Sampling (CVS) yang dilakukan lebih awal, yaitu pada minggu ke-10 hingga ke-13, dengan mengambil sampel jaringan plasenta.

Setiap pemeriksaan memiliki manfaat dan keterbatasan masing-masing, sehingga penting bagi calon orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan jenis tes yang akan dilakukan.

"Keputusan untuk menjalani diagnosis prenatal sangat personal dan bergantung pada banyak faktor," katanya.

Reza menjelaskan bahwa beberapa kondisi tertentu meningkatkan kebutuhan diagnosis prenatal, seperti usia ibu di atas 35 tahun, riwayat keluarga dengan kelainan genetik, serta adanya temuan tidak normal pada pemeriksaan USG.

"Risiko dan manfaat dari setiap pemeriksaan perlu dipertimbangkan dengan matang."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kebakaran Hotel di Banglade...
Advertisement
Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.