Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker Doc: Antara
Ket. Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

JAKARTA - Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat pada Minggu (18/10) pagi ini, masyarakat disarankan agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir, dengan pembaruan pada pukul 06.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 180, dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 96,5 mikrogram per meter kubik atau 19,3 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini, yakni selain mengenakan masker, juga menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi tercatat berada pada urutan ketiga terburuk se-Indonesia setelah Palembang dengan indeks kualitas udara 708 dan Pontianak dengan indeks kualitas udara 196.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat (16/10) menyatakan kondisi udara Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar menyiagakan 31 rumah sakit umum daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskemas pembantu guna menagani penyakit yang muncul akibat cuaca.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (17/10) menyebutkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebaran asap sempat masuk wilayah Jawa bagian barat pada Jumat (16/10), namun tidak berlangsung lama dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kebakaran Hotel di Banglade...
Advertisement
Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.