Kanker Usus Besar Meningkat pada Gen Z, Dosen Unair: Potensi Kesembuhan Lebih Sulit
Senin, 19 Mei 2025, 16:16 WIBJAKARTA - Kanker usus besar atau kolorektal tidak hanya menjadi momok bagi kalangan usia lanjut, namun juga menjadi ancaman bagi usia muda. Dia menekankan pentingnya pencegahan dini. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Annisa Zahra Mufida, mengatakan, karakteristik kanker pada usia muda yaitu memiliki prognosis atau prediksi kesembuhan yang lebih buruk daripada kanker kolorektal yang terjadi pada usia lanjut.
"Selain itu risiko metastasis atau penyebaran sel kankernya lebih besar serta adanya risiko kegagalan terapi yang lebih besar pada pasien muda," ujar Annisa, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (19/5).
Dia menjelaskan, menurut beberapa penelitian, Early On Set Colorectal Cancer (EOCRC) sudah ditemukan menyerang kalangan muda di bawah 45 tahun. Salah satu golongan yang berisiko terserang EOCRC adalah gen z.
Peningkatan angka penderita EOCRC tidak hanya pada negara maju, namun juga terjadi pada negara berkembang. Penyebab munculnya kanker pada usia muda yaitu adanya gaya hidup tidak sehat, konsumsi makanan cepat saji dan tinggi gula sintetis seperti fruktosa, obesitas, konsumsi alkohol dan rokok, kurangnya aktivitas fisik serta faktor genetik yang diturunkan oleh keluarga.
"Gejala umum yang sering ditemukan pada penderita kanker kolorektal umumnya meliputi enam gejala umum. Yaitu, anemia, munculnya darah pada feses, diare lebih dari dua minggu, berat badan yang turun signifikan, nyeri di sekitar dubur, hingga sembelit yang terjadi lebih dari tiga bulan," terangnya.
Annisa menekankan, kanker kolorektal tidak menunjukkan adanya gejala sehingga umumnya terlambat didiagnosis. Hampir 50 persen sudah berada di stadium lanjut karena adanya stigma bahwa kanker hanya menyerang usia lanjut.
"Karena itu, deteksi dini diperlukan untuk mencegah kondisi semakin parah," terangnya.
Dia menyebut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit itu di antaranya mengetahui riwayat penyakit keluarga, menghindari makanan cepat saji dan kembali ke real food, memperbanyak aktivitas fisik. Selain itu, melakukan pemeriksaan secara dini untuk mengetahui kesehatan organ pencernaan juga penting untuk dilakukan.
Annisa meminta untuk segera periksakan diri jika mendapati adanya gejala kanker kolorektal ke fasilitas kesehatan dengan melakukan pemeriksaan feses. Apabila didapatkan darah pada feses maka akan dilanjutkan pemeriksaan teropong usus atau colonoscopy untuk diagnosis lebih lanjut.
"Prosedur ini menjadi penting untuk mengurangi resiko kondisi kanker memburuk," tuturnya.
- Unair
- Universitas Airlangga (Unair)
- generasi z
- kanker Kolorektal
- Gen Z
- Kanker Usus Besar
- Dosen Unair
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Habib Jafar: Sakit Kanker Selama 7 Tahun Jadi Penggugur Dosa Vidi Aldiano
-
Gubernur Pramono Akan Berikan Program Beasiswa LPDP Khusus DKI Mulai Tahun 2027
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Menlu Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Lagi Kesiapan Indonesia Tengahi Konflik
-
Bezzecchi Juara MotoGP Brasil, Catat Rekor Empat Kemenangan Beruntun
-
KJP dan KJMU Diperluas, Anak Jakarta Harus Sekolah Setinggi-tingginya
-
Kali Cipinang Meluap, 19 RW Terendam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.