Indonesia Perluas Pasar Pertanian Lewat UEA
📅 Senin, 19 Mei 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) RI memperluas pemasaran hasil pertanian ke pasar global dengan memanfaatkan jalur logistik strategis melalui Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan ekspor dan daya saing produk nasional.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri dalam membahas mengenai hal tersebut.
"Dalam pertemuan tersebut kami membahas peluang peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia ke pasar global melalui jaringan logistik dan distribusi UEA," kata Wamentan, di Jakarta, Minggu (18/5).
Seperti dikutip dari Antara, Sudaryono menyampaikan Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi ekonomi di sektor pertanian.
Sebelumnya, Wamentan RI Sudaryono menerima kunjungan Dubes UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (16/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Indonesia dan UEA," ujarnya.
Wamentan menyebut UEA sebagai mitra penting tidak hanya karena kerja sama ekonominya, tetapi juga karena kedekatan hubungan antar pemimpin negara.
"Hubungan erat yang terjalin sejak era Presiden Jokowi dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo menunjukkan adanya chemistry kuat antara kedua negara," ujar Sudaryono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini, menekankan pentingnya memperluas skala kerja sama yang telah berjalan, khususnya dalam hal ekspor, hilirisasi, dan pengolahan produk pertanian.
“Kita ingin menjajaki dan melanjutkan investasi yang sudah berjalan. Baik pengolahan daging, ekspor komoditas ke Timur Tengah, maupun menjangkau pasar Afrika dan Eropa,” kata Wamentan.
Menurutnya, UEA selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Teluk, khususnya untuk produk-produk pertanian seperti telur, ayam, buah-buahan, hingga kelapa sawit dan cengkeh.
"Kita kan ingin meningkatkan ekspor ya. Kita ingin meningkatkan jumlah yang kita bisa ekspor langsung ke seluruh dunia, dan kita butuh channel-channel itu. Salah satu channelnya adalah melalui Uni Emirat Arab," katanya lagi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan produk pertanian Indonesia-UEA mengalami surplus sekitar 499,89 juta dolar AS pada 2024.
Sektor Peternakan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!