Maresca Nikmati Tekanan dalam Perebutan Tiket Liga Champions

Jumat, 16 Mei 2025, 07:25 WIB

LONDON – Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengaku tak gentar dengan tekanan menjelang dua laga terakhir Liga Inggris yang akan sangat menentukan nasib tim asuhannya dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.

Chelsea saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara—posisi yang cukup untuk lolos ke Liga Champions setelah absen dua musim. Namun, mereka hanya unggul selisih gol dari Aston Villa dan satu poin di atas Nottingham Forest, yang akan menjadi lawan pada pekan terakhir.

Ket. Foto: Pelatih Chelsea, Enzo Maresca. — Sumber: AFP

Padahal, Maresca sempat mengantarkan The Blues melaju kencang di awal musim. Sayangnya, performa menurun tajam dengan hanya lima kemenangan dari 16 laga antara Desember hingga April, membuat posisi Chelsea terancam melorot.

Kendati begitu, Chelsea berhasil melaju ke final UEFA Conference League dan akan menghadapi Real Betis pada tanggal 28 Mei mendatang.

Sejumlah laporan menyebut posisi Maresca tetap aman meski Chelsea gagal lolos ke Liga Champions. Namun, sang pelatih menyatakan bahwa ekspektasi tinggi sudah disadari sejak awal.

“Tekanan itu milik semua orang. Tekanan juga ada pada klub, karena sejak hari pertama kami sadar punya kewajiban membawa Chelsea kembali ke tempat seharusnya: empat besar, lima besar, Liga Champions,” kata Maresca jelang laga melawan Manchester United, Jumat (17/5).

“Kalau sejak awal musim ada yang bilang kami harus menang di dua laga terakhir untuk lolos ke Liga Champions, mungkin kami akan senang mendengarnya.”

Maresca harus memutar otak lantaran kehilangan Nicolas Jackson, yang dikartu merah saat Chelsea kalah 0-2 dari Newcastle. Striker asal Senegal itu dipastikan absen di sisa laga Liga Inggris.

Situasi makin sulit karena Christopher Nkunku masih cedera dan Marc Guiu belum fit sepenuhnya. Maresca juga menepis kemungkinan menurunkan Pedro Neto atau Tyrique George sebagai penyerang tengah ketika menghadapi formasi 3-4-3 milik pelatih MU, Ruben Amorim.

“Melawan lini belakang berisi lima pemain, saya lebih suka penyerang nomor sembilan murni karena kami butuh ancaman di belakang, butuh tusukan langsung. Tapi kami tak punya itu sekarang, jadi harus cari solusi lain,” ujarnya.

“Saya suka memakai false nine jika menghadapi lini belakang berisi empat pemain karena bisa menghubungkan permainan lebih baik. Tapi ya, kondisinya seperti ini.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.