Bandara Internasional Minangkabau Dipercantik, Ini Empat Fokus Utamanya
Minggu, 21 Jun 2026, 14:35 WIBPADANG PARIAMAN - Untuk meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) saat ini tengah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang pesawat, berikut empat fokus utamanya.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono mengatakan program beautifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal. Langkah strategis ini juga bertujuan memperkuat identitas Sumatra Barat di Bandara Internasional Minangkabau sebagai pintu gerbang utama wisatawan.
âProgram beautifikasi ini sebagai komitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat," kata Dody disela-sela Kegiatan Airport Visit 2026 di BIM, akhir pekan lalu.
Dony juga mengatakan program beautifikasi ini memiliki empat fokus utama, yaitu: Pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern di mana dilakukan transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung. Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet untuk memenuhi standar global serta ramah disabilitas.
Â
Sedangkan ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas dan bebas hambatan (seamless). Dan yang terakhir tersedianya area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis sehingga membawa nuansa asri, sejuk dan menenangkan bagi penumpang pesawat.Â
"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau juga ingin memberikan customer experience  yang dapat dirasakan lima panca indera" katanya.

Diungkapkan Dodi, pengalaman itu diwujudkan melalui unsur visial (sight) dengan menampilkan budaya Minangkabau, unsur sentuhan (touch) melalui penggunaan pakaian adat pada setiap event, unsur suara (sound) dengan penampilan live musik daerah di terminal, unsur cita rasa (taste) dengan tenant yang menyajikan kuliner Sumatra Barat dan desain tenant berkonsep Rumah Gadang, serta unsur aroma (smell) dengan penggunaan wewangian khusus di area terminal.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Operasi Kapal JHUB Dikontrol, Nelayan Lokal Tetap Prioritas
-
Perekrutan Siswa Sekolah Rakyat Sasar Keluarga Paling Tak Mampu
-
Ditengah Revitalisasi Terminal Penumpang, Operasional BIM Tetap Berjalan Normal
-
APBN Defisit, Sinyal Tekanan Fiskal di Semester II-2025
-
Pertamina Pelopor Produk Energi Rendah Karbon di Kawasan Regional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.