Kongres FIFA Kacau! Infantino Datang Telat Usai Bertemu Trump, UEFA Ngamuk dan Walkout
📅 Jumat, 16 Mei 2025, 08:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LUQUE, PARAGUAY – Kongres FIFA 2025 yang berlangsung di Paraguay diwarnai insiden memalukan setelah sejumlah delegasi Eropa melakukan walkout lantaran Presiden FIFA Gianni Infantino datang terlambat lebih dari dua jam. Keterlambatan itu disebut terjadi karena Infantino lebih memilih menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Arab Saudi dan Qatar.
Peristiwa ini memicu kecaman dari kalangan sepak bola Eropa, termasuk Presiden UEFA Aleksander ?eferin, yang meninggalkan kongres lebih awal usai Infantino memutuskan jeda mendadak dalam agenda resmi yang berlangsung di Luque, dekat ibu kota Asuncion.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut keterlambatan Infantino sebagai hal yang “sangat disesalkan” dan menuding sang presiden FIFA mendahulukan kepentingan politik pribadi ketimbang kepentingan sepak bola global.
“Kongres FIFA adalah salah satu forum terpenting dalam sepak bola dunia, tempat 211 negara anggota berkumpul membahas masa depan olahraga ini. Mengubah jadwal secara sepihak demi agenda politik pribadi jelas tidak sejalan dengan semangat kami melayani sepak bola,” tulis UEFA.
“Kami hadir di posisi ini untuk melayani olahraga, dari jalanan hingga panggung tertinggi. Maka pada kesempatan ini, anggota UEFA dalam Dewan FIFA merasa perlu menunjukkan bahwa sepak bola harus jadi prioritas, dan memilih keluar sesuai jadwal semula.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, turut menyampaikan kekecewaannya. Dalam pernyataan kepada media, dia menyebut kejadian tersebut sebagai hal yang “mengecewakan dan mengkhawatirkan”.
Infantino sendiri akhirnya menyampaikan permintaan maaf di depan kongres. Ia mengklaim keterlambatan terjadi karena masalah penerbangan, namun tetap menegaskan bahwa kunjungannya ke Qatar dan Arab Saudi adalah bagian dari tugas penting sebagai Presiden FIFA.
“Sebagai presiden FIFA, saya bertanggung jawab membuat keputusan demi kepentingan terbaik organisasi. Saya merasa perlu hadir mewakili sepak bola dan Anda semua,” ujar Infantino.
Sebaiknya Anda baca juga:
Infantino diketahui mendampingi Donald Trump dalam lawatan ke kedua negara Teluk tersebut. AS sendiri saat ini menjadi fokus utama FIFA, dengan sejumlah agenda besar: dari Piala Dunia Antarklub bulan depan, hingga Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, serta Piala Dunia Wanita 2031.
Namun, FIFA belum memberikan penjelasan lebih lanjut soal detail keterlambatan. Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, saat ditanya usai acara hanya menjawab singkat: “Saya tak bisa berkomentar. Presiden sudah menjelaskan alasannya. Kongres ini luar biasa.”
Di tengah kekacauan itu, Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez kembali menyuarakan gagasan kontroversialnya: memperluas Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim. Ia menilai momen seabad Piala Dunia harus jadi perayaan inklusif.
“Piala Dunia adalah perayaan terbesar di dunia, dan tak seorang pun seharusnya ditinggalkan,” katanya, meski tak secara eksplisit menyebut skema perluasan.
Jika diterima, proposal itu akan membuka lebih banyak laga digelar di Argentina, Paraguay, dan Uruguay—negara asal Piala Dunia pertama—sementara pertandingan utama tetap berlangsung di Spanyol, Maroko, dan Portugal.
Namun ide tersebut ditentang keras oleh konfederasi sepak bola dari Eropa, Asia, CONCACAF, hingga CAF. Meski begitu, Dominguez tetap berharap terbuka ruang dialog.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!