Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Khofifah Soroti Dugaan Perdagangan Organ di Kalangan PMI: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jadi Sorotan

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 19:50 WIB | Oleh:
Gubernur Khofifah Soroti Dugaan Perdagangan Organ di Kalangan PMI: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jadi Sorotan Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga menyoroti temuan Polda Jatim terkait kasus perdagangan organ tanpa sepengetahuan korban PMI yang terjadi di luar negeri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pemda di wilayahnya untuk memperketat pengawasan proses perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), guna mengantisipasi munculnya kasus perdagangan organ tubuh sebagaimana dialami sejumlah PMI di luar negeri.

"Harus diantisipasi. Itu rekrutmen yang awalnya tampak wajar bisa berubah arah. Niatnya kerja administratif, tapi justru dimanfaatkan untuk tindakan ilegal, termasuk dipaksa menjalankan judi online seperti yang marak (terjadi) akhir-akhir ini," ujar Khofifah saat berkunjung ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.

Ia juga menyoroti temuan Polda Jatim terkait kasus perdagangan organ tanpa sepengetahuan korban PMI yang terjadi di luar negeri.

Menurutnya, praktik tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

"Jual beli organ saja sudah pelanggaran berat, apalagi jika dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik tubuh (organ). Itu sudah masuk kategori kejahatan berat," kata Khofifah.

Sebagai bentuk respons, Khofifah mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian di semua tingkatan, serta meminta bupati dan wali kota se-Jatim memperkuat sistem perlindungan dan pengawasan terhadap warganya yang hendak bekerja ke luar negeri.

Fokus pengawasan terutama diarahkan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lanjut dia, Kabupaten Ponorogo sebagai salah satu kantong PMI terbesar di Jatim, dengan demikian harus memastikan seluruh proses pengiriman tenaga kerja dilakukan secara legal dan disertai pelatihan keahlian yang memadai.

"PMI yang diberangkatkan secara resmi dan punya keahlian pasti produktif. Tapi kita ingin lebih dari itu, yaitu pelatihan berkala agar mereka bisa bersaing dan bekerja dengan layak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.