Dirjen WTO Khawatirkan Dampak Tarif AS Terhadap Ekonomi Global
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: NHK
TOKYO - Ketua Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok untuk mengurangi tarif balasan antara kedua negara, sembari menyatakan kekhawatirannya atas dampak kebijakan tarif AS terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, menyatakan hal itu kepada NHK di Tokyo pada Rabu (14/5).
Pada Senin (12/5), AS dan Tiongkok menyatakan sepakat untuk memangkas tarif tambahan satu sama lain sebesar 115 poin persen, menyusul pembicaraan perdagangan antara kedua negara di Swiss.
Okonjo-Iweala menggambarkan langkah tersebut sebagai hasil yang positif. “AS dan Tiongkok telah membangun saluran komunikasi yang baik, yang menghasilkan pengumuman oleh kedua negara tersebut,” kata dia.
Okonjo-Iweala menyatakan kekhawatiran bahwa jika sistem perdagangan dunia terpecah menjadi dua blok, hingga 7 persen PDB global dapat hilang dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala WTO itu juga menyebutkan banyak negara tidak ingin dipaksa memilih satu pihak atau lainnya. Ia mengatakan bahwa negara-negara itu menginginkan hubungan yang baik agar dapat berdagang dengan kedua belah pihak.
Okonjo-Iweala menekankan pentingnya perdagangan bebas, dengan mengatakan bahwa globalisasi telah membantu mengangkat banyak negara menuju kesejahteraan dan membawa 1,5 miliar orang keluar dari kemiskinan ekstrem selama tiga dekade terakhir.
Pada saat yang sama, ia menggarisbawahi bahwa WTO menghadapi berbagai tantangan seperti distribusi kekayaan yang tidak merata dan kesenjangan yang makin lebar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Okonjo-Iweala menyerukan konsep "reglobalisasi" untuk mengatasi masalah tersebut. Konsep ini melibatkan dekonsentrasi rantai pasokan untuk memberikan keuntungan kepada negara atau wilayah yang selama ini belum diuntungkan.
Ia mengatakan konsep ini seperti mencapai dua hal dengan satu tindakan karena sistem dunia yang lebih tangguh akan terbentuk dan pihak yang tertinggal akan diikutsertakan. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!