Bappenas: Penguatan Paud, Fondasi Wujudkan SDM Unggul
Kamis, 15 Mei 2025, 19:52 WIBJAKARTA â Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Tujuan 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan tujuan 4 Pendidikan Berkualitas, Kementerian PPN/Bappenas resmi meluncurkan Indeks Perkembangan Anak Usia Dini atau Early Childhood Development Index (ECDI) 2030 tahun 2024, Rabu (14/5).Â
Dalam sambutannya, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pentingnya Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi dengan meningkatkan investasi pada pembangunan manusia. âKunci keberhasilan mewujudkan generasi Indonesia Emas terletak pada pemenuhan kebutuhan esensial anak sejak usia dini, baik pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan pengasuhan, karena perkembangan otak mencapai 90 persen dalam lima tahun pertama kehidupan atau golden years,â papar Wamen Febrian.Â
"Pada masa ini, anak tidak hanya perlu dilengkapi dari sisi teknikal, namun juga karakter dan sisi spiritualitas. Kemampuan berpikir yang tidak didasari karakter yang baik dan sisi spiritualitas yang tebal akan menghasilkan manusia-manusia yang berkarakter AI," lanjutnya.
Dokumen ECDI2030 tahun 2024 yang disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama Kemendukbangga/BKKBN, Badan Pusat Statistik, UNICEF, dan Tanoto Foundation berdasarkan survei yang dilakukan dari Desember 2023 hingga Mei 2024 ini, menjadi alat strategis untuk memastikan kebijakan responsif terhadap tumbuh kembang anak, serta mewujudkan SDM unggul sebagai kunci mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.Â
Wamen Febrian juga menekankan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkorelasi positif membentuk kemampuan sensorik, kognitif, dan bahasa anak. Hasil pengukuran pada 2024, ECDI Indonesia mencatatkan sebesar 87,7 persen anak Indonesia usia 24-59 bulan telah berkembang sesuai dengan tahap perkembangan, pembelajaran, kesejahteraan, psikososial, dan kesehatan.Â
Diharapkan, ECDI2030 tahun 2024 dapat menjadi instrumen penting dalam penyusunan kebijakan berbasis data untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas tumbuh kembang yang optimal. âUntuk itu, dibutuhkan kolaborasi yang sangat erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, pakar, akademisi, dan masyarakat. Mari kita satukan langkah, perkuat sinergi, dan berkomitmen membangun fondasi kokoh bagi generasi masa depan, demi Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,â pungkas Wamen Febrian.
- Bappenas
- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
- bonus demografi
- Wujudkan SDM Unggul
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Imigrasi Bali Catat 12.278 Penumpang Terdampak Konflik Timteng
-
Terbang Bersama Vietjet Berpeluang Menang Hadiah Utama Emas 38 gram
-
Ini Alasan Mengapa Gerbong Perempuan KRL Ditempatkan di Ujung Rangkaian?
-
MGBKI Desak Audit Independen Kasus Dokter Magang Meninggal Dunia sat Dirawat di RSMH Palembang
-
Harga Cabai Rawit Rp52.850 Per Kg, Telur Ayam Rp31.450 Per Kg
-
Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak Penertiban, Solusi Modal Usaha agar Tak Kembali Langgar Aturan
-
Bagaimana CIA Membantu Temukan Ko Pilot F-15 AS yang Bersembunyi di Celah-celah Pegunungan Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.