Trump Tawarkan Diri Bergabung dalam Perundingan Russia-Ukraina di Turki
📅 Selasa, 13 Mei 2025, 15:50 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
KYIV - Presiden AS Donald Trump pada Senin (12/5) menawarkan diri untuk bergabung dalam perundingan prospektif Ukraina-Russia di Türkiye atau Turki akhir minggu ini.
Trump berbicara sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan akan pergi ke Istanbul, ibu kota Turki, di mana ia akan menunggu untuk bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putin.
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa pembicaraan di Istanbul dapat membantu dan ia mungkin akan bergabung pada hari Kamis saat berada di kawasan tersebut. Minggu ini, Trump melakukan kunjungan ke negara Timur Tengah: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
"Saya punya banyak rapat, tetapi saya berpikir untuk terbang ke sana. Ada kemungkinan itu, saya kira, jika saya pikir semuanya bisa terjadi, tetapi kita harus menyelesaikannya," katanya sebelum berangkat untuk lawatan luar negeri keduanya sejak masa jabatan kedua di Gedung Putih.
"Jangan remehkan hari Kamis di Turki," kata Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, dalam pidato video malam harinya, presiden Ukraina mencatat bahwa serangan Russia terus berlanjut di garis depan sepanjang hari, dan Moskow masih belum menanggapi panggilannya agar Putin menemuinya untuk melakukan pembicaraan di Turki akhir minggu ini.
"Penembakan dan serangan Russia terus berlanjut," kata Zelenskyy. "Moskow tetap bungkam sepanjang hari mengenai usulan pertemuan langsung. Keheningan yang sangat aneh."
Kontak diplomatik diperbarui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zelenskyy dan Presiden Turki Tayyip Erdogan membahas usulan pembicaraan langsung yang menurut Zelenskyy "dapat membantu mengakhiri perang". Erdogan menggambarkan usulan pertemuan tersebut sebagai jendela kesempatan baru yang tidak boleh disia-siakan.
Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov berbicara melalui telepon dengan mitranya dari Turki Hakan Fidan mengenai usulan perundingan Putin dengan Ukraina pada hari Kamis. Namun, pernyataan singkat dari Kementerian Luar Negeri Russia tidak memberikan indikasi apakah Putin akan menerima usulan Zelenskyy untuk bertemu dengannya.
Sebelumnya pada hari Senin, pemerintah Jerman mengatakan Eropa akan mulai mempersiapkan sanksi baru terhadap Russia kecuali Kremlin pada akhir hari mulai mematuhi gencatan senjata 30 hari dalam perangnya dengan Ukraina.
Militer Ukraina mengatakan Russia telah melakukan puluhan serangan di sepanjang garis depan di Ukraina timur pada hari Senin serta serangan semalam menggunakan lebih dari 100 pesawat tak berawak, meskipun ada usulan gencatan senjata oleh Eropa dan Kyiv.
"Waktunya terus berjalan," kata juru bicara pemerintah Jerman pada konferensi pers di Berlin.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Russia Maria Zakharova mengatakan gencatan senjata selama 30 hari telah diajukan oleh negara-negara Eropa "untuk memberi waktu bagi Kyiv untuk memulihkan potensi militernya dan melanjutkan konfrontasinya dengan Russia".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!