Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Jember Mengambil Sampel Air yang Diduga Tercemar Limbah Perusahaan

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Jember Mengambil Sampel Air yang Diduga Tercemar Limbah Perusahaan Doc: ANTARA
Ket. Petugas memgambil sampel air di sungai dan sawah yang diduga tercemar limbah di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas.

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, mengambil sampel air di sungai dan sawah yang diduga tercemar limbah perusahaan yang dibuang sembarangan di Desa Mayangan, Kabupaten Jember.

"Pada dasarnya Pemkab Jember bekerja sesuai fakta dan aturan yang berlaku. Apa yang sudah diadukan masyarakat juga telah kami respons dengan turun ke lapangan," kata Asisten Administrasi Umum Jember, Harry Agustriono, di Jember, Sabtu(10/5).

Menurut dia, Pemkab Jember mengupayakan solusi yang adil untuk warga Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas.

Ia menjelaskan Pemkab Jember berupaya melakukan tindakan seobjektif dan seadil mungkin, sehingga datang dengan melakukan pengambilan sampel air di sungai dan sawah.

Pemkab Jember menggandeng Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Jember dan perwakilan dari Dinas Pengairan Jawa Timur untuk mengumpulkan keterangan terkait dengan dugaan pencemaran limbah, sehingga nantinya bisa diketahui apa yang bisa dilakukan berdasarkan dari data dan keterangan yang ada.

"Hingga saat ini kami belum bisa memastikan kapan hasil sampel itu keluar, tetapi kami pastikan secepatnya," kata dia.

Hasil itu akan dijadikan laporan ke Bupati Jember guna meminta rekomendasi terkait langkah-langkah apa yang harus dilakukan bersama dengan pihak terkait.

"Kepada masyarakat Desa Mayangan dan sekitarnya, kami mengimbau agar bersabar. Saat ini kami telah berupaya transparan untuk mencari solusi atas persoalan itu," ujarnya.

Menurut dia, pengambilan sampel itu merupakan upaya Pemkab Jember dalam menjaga dan melindungi rakyat serta menjaga Jember sebagai kota ramah investasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, perwakilan warga Desa Mayangan berunjuk rasa terkait limbah perusahaan tambak udang yang mencemari lahan pertanian sekitar 800 hektare di sekitar lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.