Melalui BPLJSKB, Kemenhub Dorong Keselamatan Berkendara dan Kemandirian Industri Otomotif Nasional
Sabtu, 10 Mei 2025, 10:26 WIBJAKARTA - Pemerintah terus mendorong upaya keselamatan berkendara, salah satunya dengan mengoptimalkan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang ada di Bekasi Jawa Barat. Selain ini balai ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian industri otomotif Nasional.
Hali ini dikatakan oleh Direktur Sarana Transportasi Jalan, Amirulloh Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR ke BPLJSKB, untuk meninjau progres pembangunan Proving Ground, fasilitas pengujian tipe kendaraan bermotor berstandar internasional yang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
"Bahwa tujuan utama pembangunan Proving Ground adalah memastikan kesesuaian teknis kendaraan bermotor dengan standar internasional dalam kerangka ASEAN MRA dan United Nations Regulation," kata Amirulloh dalam keterangan tertulis, kemarin.
Ia menambahkan bahwa fasilitas ini juga didesain untuk mendukung peningkatan kualitas keselamatan dan kelaikan jalan, Pengurangan emisi dan kebisingan kendaraan untuk menjaga lingkungan, Kesetaraan teknis antarnegara ASEAN dalam memperlancar ekspor otomotif; dan Dukungan terhadap kendaraan listrik berbasis baterai melalui uji tipe fisik yang terstandarisasi.
"Berada di lokasi strategis dekat kawasan industri dan pelabuhan besar seperti Patimban dan Tanjung Priok, Proving Ground BPLJSKB diharapkan mempercepat proses sertifikasi kendaraan dan menekan biaya logistik bagi pelaku industri otomotif nasional," kata Amirulloh.
Sedangkan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, H. Syaiful Huda, menyampaikan bahwa keberadaan Proving Ground merupakan bagian penting dari upaya peningkatan standar keselamatan berkendara, sekaligus membangun ekosistem industri otomotif nasional yang kuat dan berdaya saing.
âKami mengapresiasi fasilitas ini, terutama dengan kehadiran 16 alat uji yang memungkinkan kita menguji kendaraan secara lengkap di dalam negeri tanpa harus ke luar negeri,â ujarnya.
Lebih lanjut, Huda menyoroti nilai tambah dari aspek penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta potensi kontribusinya terhadap pertumbuhan industri otomotif lokal. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi belanja alat dan infrastruktur dalam skema pembiayaan proyek.
âDengan dukungan regulasi, kita dapat menjadikan balai ini bagian dari industri kreatif otomotif nasional,â tegasnya, merespons isu kendaraan hasil modifikasi yang membutuhkan dukungan riset dan regulasi inovatif.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Kemarau Mencapai Puncak, Warga Sulut Diminta Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar.
-
5 Jurnalis Belum Juga Ditemukan, Gubernur Banten Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Kelancaran Proses Pencarian
-
Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet
-
RDPU Komisi III DPR bahas kasus pembakaran santri di Lombok
-
Pascaerupsi, Begini Cara Merawat Motor Listrik dari Abu Vulkanik
-
Bukan Cuma APBD, Pendanaan Alternatif Jadi Kunci Lanjutkan Pembangunan LRT Jakarta
-
Mulai Agustus, Lampung Punya Penerbangan Langsung ke Kuala Lumpur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.