Kemenhaj: 1.556 Calon Haji NTB Telah Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 28 Apr 2026, 07:48 WIB

MATARAM - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil)  Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Amin mengatakan jumlah calon haji dari Embarkasi Lombok yang sudah diterbangkan menuju Tanah Suci, Arab Saudi mencapai 1.556 orang.

"Hingga hari ke-6 operasional, sebanyak 1.556 calon haji NTB telah diberangkatkan dalam empat kloter, dan seluruh kursi penerbangan terisi penuh tanpa adanya open seat," katanya di Mataram, Senin (27/4).

Ket. Foto: Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Amin — Sumber: antara foto

Berdasarkan laporan operasional per 26 April 2026 hingga pukul 18.00 WIB, lanjutnya, jumlah calon haji yang tiba di Asrama Haji NTB mencapai 1.945 orang dari lima kloter. Mereka didampingi 20 petugas, sehingga total keseluruhan mencapai 1.965 orang.

Pada hari yang sama terdapat tambahan satu kloter yang terdiri atas 389 calon haji dan empat petugas yang masuk ke asrama.

Sementara itu tidak ada jadwal keberangkatan pada hari ke-6 operasional. Dengan demikian jumlah calon haji yang telah diberangkatkan masih tetap 1.556 orang dengan 16 petugas pendamping.

Amin menuturkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat seluruh kursi penerbangan terisi penuh. Tidak terdapat jamaah calon haji yang batal berangkat karena sakit, tidak memenuhi syarat istitaah, penundaan, maupun alasan lainnya.

"Tidak ada jamaah yang batal berangkat, baik karena faktor kesehatan maupun alasan lainnya. Seluruh alokasi kursi penerbangan tetap terpenuhi," ujarnya.

Ia menambahkan pada Kloter 5 dari total 393 calon haji dan petugas, sebanyak 392 orang telah menerima Kartu Nusuk. Sementara itu satu calon haji atas nama Saridah Salim belum menerima kartu tersebut dan dijadwalkan akan menerimanya setibanya di Madinah.

"Untuk Kloter 5, hampir seluruh jamaah sudah menerima Kartu Nusuk. Satu orangakan menerima kartu tersebut setibanya di Madinah," terang Amin.

Lebih lanjut ia mengatakan PPIH melaporkan satu calon haji pada Kloter 5 dinyatakan tidak laik terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Calon haji tersebut semula berangkat bersama istrinya, namun sang istri memutuskan menunda keberangkatan setelah mengetahui kondisi pasangannya.

"Ada satu calon haji yang dinyatakan tidak laik terbang setelah pemeriksaan kesehatan. Pendampingnya memilih menunda keberangkatan, namun hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan kursi," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.