NTT Ditunjuk Jadi Pusat Studi Bahasa Mandarin Wilayah Timur

Senin, 24 Nov 2025, 11:22 WIB

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengatakan provinsi berbasis kepulauan itu ditunjuk menjadi pusat studi Bahasa Mandarin untuk wilayah Indonesia Timur.

"Ke depan, nantinya Papua, Maluku, dan NTT, akan berpusat di NTT sebagai sentra pembelajaran Bahasa Mandarin," katanya di Kupang, Senin (24/11), ketika ditanya terkait hasil kunjungan kerjanya ke Tiongkok pekan lalu untuk memenuhi undangan dari Pemerintah Tiongkok melalui Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok di Bali.

Ket. Foto: Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena (tengah) saat melakukan kunjungan kerja ke RRT, pekan lalu. — Sumber: ANTARA

Melki mengatakan kehadirannya di Tiongkok juga bertepatan dengan konferensi bahasa tingkat dunia yang diselenggarakan di negara itu.

Fokus utama dalam kunjungan, kata dia, adalah penguatan kerja sama, salah satunya program Bahasa Mandarin dan  rencana pemberian beasiswa, pertukaran tenaga pengajar bersama JXSTNU, Universitas Nusa Cendana Kupang, serta Universitas Pertahanan RI di Kabupaten Belu.

Terkait Bahasa Mandarin, pihaknya akan akan melaporkan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Kita akan koordinasikan dengan pemerintah pusat terkait pusat Bahasa Mandarin itu dan ini tentu bagus buat kita di NTT," ujar Melki Laka Lena.

Melki juga menambahkanCenter for Lenguage and Education Cooperation (CLEC) Kementerian Pendidikan Tiongkok juga menyatakan dukungannya terkait hal tersebut.

"Pihak CLEC menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana NTT membangun pusat Bahasa Mandarin itu," ujar Gubernur Melki Laka Lena

Hal ini menurut pihak CLEC, kata dia, dapat mendorong peningkatan jumlah penutur Bahasa Mandarin di Indonesia, khususnya di wilayah NTT.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.