Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FBI Tuding Kelompok Korea Utara Bobol Binance

2 Senin, 02 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
FBI Tuding Kelompok Korea Utara Bobol Binance FBI Tuding Kelompok Korea Utara Bobol Binance Doc: istimewa
Ket. Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS)

New York - Binance menyatakan telah melanjutkan layanan penarikan dana setelah lebih dari 6 miliar dollar AS aset kripto dicuri dalam serangan siber terhadap bursa tersebut. Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) menyebut Korea Utara berada di balik peretasan yang terjadi sekitar 29 Oktober 2026.

Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian, memastikan akan menanggung seluruh kerugian akibat insiden tersebut. Perusahaan juga menyatakan telah menggunakan dana internal untuk membeli token pengganti dan memulihkan sekitar 90 persen aset yang dicuri.

Dilansir dari AFP, FBI pada Sabtu (31/10) mengonfirmasi bahwa kelompok peretas TraderTraitor yang berafiliasi dengan Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian tersebut. Kelompok yang sama sebelumnya dituduh mencuri aset senilai 1,5 miliar dollar AS dari platform Bybit pada Februari 2025.

FBI menyebut telah mengamati pelaku mengonversi aset curian menjadi Ethereum. Aset tersebut diperkirakan akan dicuci lebih lanjut melalui layanan keuangan terdesentralisasi dan pertukaran instan.

FBI juga meminta perusahaan dan pelaku industri swasta memblokir transaksi yang terkait dengan alamat digital yang digunakan kelompok tersebut untuk memindahkan aset hasil pencurian.

Binance mengatakan telah mengalokasikan lebih dari 6,34 miliar dollar AS dana perusahaan untuk menutup kerugian. Namun, sekitar 10 persen aset pengganti masih sulit diperoleh karena likuiditasnya terbatas sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama.

Serangan tersebut turut mengguncang pasar kripto. Harga Bitcoin sempat turun hampir 5 persen, Ethereum melemah hampir 6 persen, sedangkan BNB, aset kripto asli Binance, merosot hampir 10 persen.

Binance sebelumnya menyebut insiden itu sebagai serangan kompleks yang melibatkan sejumlah titik pelanggaran keamanan.

Besarnya nilai pencurian kembali menyoroti kemampuan kelompok peretas Korea Utara memperoleh dana secara ilegal di tengah sanksi internasional terhadap negara tersebut terkait program nuklir dan rudalnya.

TraderTraitor diyakini merupakan bagian dari Lazarus Group, kelompok yang dikenal luas setelah dituduh meretas Sony Pictures pada 2014 sebagai balasan atas film The Interview, yang mengejek pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Kaum Muda Harus Unggul dala...
Megapolitan
Pecinta Alam Jakarta Ajak K...

Bangun Persaudaraan dalam Keberagaman

53 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bangun Persaudaraan dalam K...

Warga Mengembangkan Warteg hingga ke luar Negeri

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Warga Mengembangkan Warteg ...
Luar Negeri
Empat Negara Quad Kompak Kr...
Luar Negeri
FBI Tuding Kelompok Korea U...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.