Zona Degradasi Liga 1 Memanas: Tujuh Tim Siaga Satu Menjelang Akhir Musim
Kamis, 08 Mei 2025, 10:00 WIBJAKARTA - Persib Bandung resmi dinobatkan sebagai juara Liga 1 musim 2024/2025. Gelar yang dinanti para bobotoh akhirnya tiba, menjadikan Maung Bandung sebagai kampiun dengan tiga laga tersisa. Namun, ketika euforia juara menggema di Bandung, bara api justru membara di dasar klasemen. Tujuh tim masih belum aman dari jerat degradasi. Tiga pertandingan terakhir akan menjadi panggung penuh drama dan ketegangan.
Zona merah kini menjadi medan pertempuran paling krusial. Persik Kediri di posisi ke-12 dengan 37 poin hanya butuh satu kemenangan lagi untuk selamat. Di bawahnya, Madura United (33 poin), Persis Solo (32), Semen Padang (31), dan Barito Putera (30) bersaing ketat. Tiga tim terburuk saat iniâPSS Sleman, Barito, dan PSIS Semarangâmengoleksi 30 poin ke bawah, dengan PSIS dan PSS sama-sama baru mengumpulkan 25 poin.
Kondisi ini membuat pekan ke-32 yang dimulai Jumat (9/5) menjadi Jumat Keramat. Selain seremoni penobatan Persib sebagai juara di Stadion GBLA, duel hidup-mati akan terjadi di Semarang. PSIS menjamu PSS dalam laga yang bisa menjadi akhir dari perjalanan salah satu tim di Liga 1. Siapa pun yang kalah, hampir pasti terdegradasi.
âKami sadar sepenuhnya, tak ada ruang untuk kesalahan. Ini laga paling penting dalam sejarah klub,â tegas pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius. âKami akan mati-matian di lapangan demi menjaga kehormatan kota Semarang.â
Sementara itu, Barito Putera, Semen Padang, Persis, dan Madura United juga harus menuntaskan musim dengan penuh konsistensi. Barito akan menghadapi tantangan besar saat melawat ke kandang sang juara Persib. Semen Padang ditantang Persebaya di Gelora Bung Tomo, yang dikenal sulit ditaklukkan. Persis Solo menghadapi laga penting kontra PSBS Biak, sedangkan Madura United menjamu Borneo FC yang masih berpeluang finis di posisi runner-up.
âYang membuat situasi makin pelik adalah ketatnya selisih poin. Empat tim hanya terpaut tiga poin dari zona degradasi. Satu hasil imbang bisa membuat mereka jatuh,â ungkap analis sepak bola nasional, Yeyen Tumena.
Menurutnya, tekanan psikologis akan menjadi faktor penentu. âBukan cuma kualitas, tapi siapa yang bisa mengelola tekanan. Tim dengan mental baja akan bertahan.â
Liga 1 memang sudah menemukan juara, namun tensi kompetisi justru mencapai titik tertinggi di papan bawah. Setiap gol bisa mengubah nasib. Setiap kesalahan bisa berujung petaka. Liga belum selesaiâpertarungan sebenarnya baru dimulai di zona merah.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jadwal Super League: Sengit hingga Akhir! Persib dan Borneo Penentuan Juara di Pekan ke-33
-
Flyover Pasupati Dipadati Ribuan Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib Atas PSM
-
Gelandang Persib Beckham Putra Tak Sabar Lawan Persija di SUGBK
-
Jadwal Pekan ke-34 Super League: Laga Krusial Persib Tentukan Juara Dalam Bayangan Penelikungan Borneo FC
-
Konvoi Bobotoh Persib di Bandung
-
Persib Tundukkan PSIM Yogyakarta 1-0 di GBLA, Kokohkan Posisi di Puncak Klasemen
-
Persib Tak Boleh Lena, Salah Melangkah, Tergusur dari Puncak Klasemen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.