Penggunaan GPS Agar Nelayan Tidak Nyasar ke Perairan PNG

Kamis, 08 Mei 2025, 21:45 WIB

Kota Jayapura - Dinas Perikanan Kota Jayapura, Papua, meminta para nelayan saat melaut menggunakan atau mengaktifkan global positioning system (GPS) agar tidak masuk hingga ke wilayah perairan negara Papua Nugini (PNG).

Penggunaan GPS penting saat melaut agar para nelayan terhindar dan tidak memasuki perairan negara tetangga.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

"Apalagi hampir semua perahu nelayan sudah dilengkapi GPS, kecuali jenis perahu motor tertentu yang belum dipasang alat tersebut," kata Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi di Jayapura, Kamis.

Ia mengakui banyak nelayan yang masih menggunakan cara tradisional misalnya melihat tanda-tanda alam termasuk berpatokan dengan gunung yang memang dekat dengan wilayah PNG.

Namun hal itu tidak lagi bisa menjadi patokan karena saat cuaca mendung gunung yang menjadi patokan tidak terlihat hingga nelayan tidak sadar sudah berada di wilayah PNG dan ada kemungkinan ditangkap oleh petugas patroli negara tersebut, kata Matheys Sibi.

Menurut dia, Dinas Perikanan Kota Jayapura terus berupaya memberikan bantuan peralatan termasuk navigasi kepada para nelayan khususnya nelayan asli Papua terutama di Port Numbay atau Kota Jayapura.

Dinas Perikanan Kota Jayapura pada tahun 2025 ini mendapat alokasi Dana Otsus sebesar Rp2 miliar untuk membantu nelayan OAP.

Bantuan yang diberikan itu berupa mesin perahu, perahu ketinting, rumah ikan dan bibit serta pakan ikan untuk mereka yang bergerak di bidang budidaya perikanan.

Karena bantuan tersebut bersumber dari dana Otsus maka bantuan tersebut hanya diberikan kepada nelayan OAP atau orang asli Papua, kata Matheys Sibi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.