Odegaard: Arsenal Harus Tetap Bersatu Jelang Duel Penentuan Kontra PSG

Rabu, 07 Mei 2025, 09:20 WIB

LONDON – Kapten Arsenal, Martin Odegaard, meminta rekan-rekannya untuk tetap bersatu jelang laga hidup-mati menghadapi Paris Saint-Germain di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (8/5) dini hari WIB.

The Gunners akan bertandang ke Parc des Princes dengan misi berat membalikkan ketertinggalan agregat 0-1 setelah kalah pada leg pertama di Emirates Stadium lewat gol tunggal Ousmane Dembele.

Ket. Foto: Kapten tim Arsenal Martin Odegaard. — Sumber: AFP

PSG sejauh ini telah menyingkirkan juara Liga Inggris Liverpool di babak 16 besar, menundukkan Aston Villa di perempat final, dan sebelumnya juga mengalahkan Manchester City di fase grup. Arsenal pun berisiko menjadi korban berikutnya dari dominasi PSG atas tim-tim Inggris musim ini.

Persiapan Arsenal menuju laga penentuan ini juga jauh dari ideal. Anak asuh Mikel Arteta baru saja kalah 1-2 dari Bournemouth di Emirates pada akhir pekan lalu dalam lanjutan Premier League, memperpanjang tren negatif mereka.

Arteta menyebut timnya dipenuhi "kemarahan dan rasa frustrasi" setelah dua kekalahan beruntun. Namun, Odegaard menegaskan bahwa emosi itu harus dijadikan bahan bakar untuk menciptakan kejutan di Paris.

“Kami kecewa, tapi kami harus bangkit, tetap kuat, tetap bersatu, dan bersiap untuk pertandingan besar,” ucap Odegaard.

“Ini laga yang sangat penting. Saat kamu marah dan frustrasi, kamu bisa menyalurkan emosi itu di hari Rabu. Kami tahu apa yang kami perjuangkan. Kami harus kompak dan menciptakan energi untuk siap bertarung.”

Keputusan Arteta yang hanya melakukan dua rotasi saat menghadapi Bournemouth sempat menimbulkan pertanyaan, mengingat risiko cedera yang mengintai para pemain inti.

Hanya Jurrien Timber dan Mikel Merino yang diistirahatkan. Timber sendiri masih diragukan tampil di Paris dan akan menjalani tes kebugaran sebelum pertandingan.

Di klasemenLiga Inggris, Arsenal masih berada di posisi kedua dan membutuhkan dua kemenangan dari tiga laga tersisa untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Namun fokus utama saat ini jelas tertuju pada edisi Liga Champions musim ini.

Setelah dua musim beruntun menjadi runner-up di bawah Manchester City, kegagalan kembali meraih gelar liga menambah tekanan di pundak Arteta. Cedera dan inkonsistensi lini depan turut membuat Arsenal kehilangan momentum.

Arteta, yang belum mempersembahkan trofi sejak juara Piala FA 2020, kini berharap bisa mengubah kualitas skuadnya menjadi gelar bergengsi di Eropa.

Arsenal sebelumnya tampil luar biasa saat menyingkirkan juara bertahan Real Madrid dengan agregat 5-1 di perempat final. Namun sejarah Eropa The Gunners dipenuhi kegagalan — termasuk kekalahan di final Liga Champions 2006, Piala UEFA 2000, dan Liga Europa 2019.

Trofi terakhir Eropa yang diraih Arsenal terjadi 30 tahun lalu saat Alan Smith mencetak gol kemenangan atas Parma di final Piala Winners 1994.

Kala itu, Arsenal juga tampil sebagai underdog di semifinal melawan PSG yang diperkuat George Weah dan David Ginola, tapi berhasil menang agregat 2-1.

Jika mereka mampu membalikkan defisit di Paris kali ini, itu akan menjadi salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah klub.

Arteta pun tak ragu menyampaikan pesan penuh semangat jelang laga penentuan:

“Apa yang kami rasakan sekarang adalah kemarahan, frustrasi, dan rasa tak enak di perut. Pastikan semua itu kita salurkan di Paris untuk tampil luar biasa, memenangkan laga, dan melaju ke final.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.