Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kirim Murid Bermasalah ke Barak Tak Langgar HAM

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Kirim Murid Bermasalah ke Barak Tak Langgar HAM Doc: Antara
Ket. Sejumlah siswa berjalan memasuki barak militer saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025).

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyebut, murid bermasalah dikirim ke barak militer tidak melanggar HAM. Oleh karenanya ia mempersilahkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Dalam perspektif HAM, saya pertegaskan tidak melanggar HAM,” ujar Pigai, kepada awak media, Selasa (6/5).

Murid bermasalah yang dikirim ke barak militer di antaranya ialah pelajar yang diduga terlibat tawuran, merokok, hingga menyalahgunakan narkoba.

Mereka dikirimkan atas izin orang tua dan akan menjalani pendidikan paling cepat dua pekan hingga enam ­bulan.

Menteri HAM menyebut bahwa selama tidak ada hukuman fisik (corporal punishment) dalam program tersebut, maka program tetap bisa dijalankan. Menurut Pigai, apa yang terjadi di Jawa Barat lebih kepada pendidikan yang berorientasi pada pembentukan disiplin, pembentukan mental, pembentukan karakter, dan pembentukan tanggung jawab.

“Kalau pendidikan yang berorientasi pada pembentukan disiplin, mental, karakter, dan tanggung jawab maka tidak melanggar HAM dan kami mendukung pemerintah Jabar, itu sikap kami,” ujar Pigai.

“Ini sebenarnya untuk kepentingan bangsa dan negara di masa yang akan datang. Salah satu yang dimulai oleh Jawa Barat, itu salah satunya menuju ke sana,” imbuh dia.

Pigai menambahkan bahwa hal yang penting dipastikan dalam program tersebut adalah memastikan prosesnya tidak melanggar HAM.

Menurut dia, semua pihak mesti menjamin proses pelaksanaannya berlangsung secara transparan.

Pigai menyebut bahwa pihaknya tidak hanya sekedar mengawasi, tapi akan ikut memberikan masukan-masukan dalam program tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan ketika inisiatif di Jawa Barat menjadi program nasional.

“Kami tidak hanya sekadar mengawasi, tapi kami akan ikut memberikan masukan-masukan. Bahkan, kami sudah diskusi dengan para eselon satu, nanti kita akan berikan masukan,” imbuh Menteri HAM. ruf/Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.