Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Layang Sitinjau Lauik Dinilai BPS Berdampak Besar pada Ekonomi Daerah

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 11:33 WIB | Oleh:
Jalan Layang Sitinjau Lauik Dinilai BPS Berdampak Besar pada Ekonomi Daerah Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik (BPD) Sumatera Barat (Sumbar) Sugeng Arianto, Setiap pembangunan infrastruktur itu akan membawa dampak multiplier effect.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPD) Sumatera Barat (Sumbar) Sugeng Arianto memperkirakan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik, Padang, akan berdampak kepada perekonomian karena membuka banyak lapangan kerja dan meningkatkan bisnis UMKM.

"Setiap pembangunan infrastruktur itu akan membawa dampak multiplier effect," kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto di Padang, Selasa.

Menurut Sugeng, dampak dari pembangunan Jalan Layang tersebut tidak hanya kepada sisi perhubungan khususnya transportasi namun juga bagi pembukaan lapangan pekerjaan atau serapan tenaga kerja, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sektor lainnya.

Sugeng mengatakan sejak proyek jalan layang itu dimulai maka beberapa sektor akan ikut tumbuh meskipun tidak secara langsung berkaitan dengan pengerjaan fisik.

"Contoh paling sederhananya, masyarakat bisa menyediakan kebutuhan makan dan minum bagi para pekerja," kata Kepala BPS Sumbar.

Senada dengan itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram memproyeksikan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik akan berdampak langsung kepada pertumbuhan ekonomi daerah itu terutama pada Semester II 2025.

"Kemarin itu sudah ada peletakan batu pertama Jalan Layang Sitinjau Lauik, harapan kita periode Semester II 2025 pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi," kata Majid.

Majid mengatakan adanya proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut diharapkan memicu pertubuhan ekonomi terutama dari sisi penyediaan bahan baku (konstruksi).

Untuk tahap pertama, panjang jalan layang yang akan dibangun mencapai 2,7 kilometer dengan anggaran Rp2,8 triliun. Sementara untuk tahap kedua dianggarkan sekitar Rp3 triliun dengan panjang yang hampir sama dengan tahap sebelumnya.

"Perkirakan kita pada Juni 2025 mulai ada pergerakan, atau di pertengahan kuartal II mulai ada pertumbuhan dan berlanjut pada kuartal III dan kuartal IV," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.