Jaga Harga Komoditas Pangan Demi Stabilitas Domestik
Senin, 05 Mei 2025, 01:00 WIBJakarta â Stabilitas harga komoditas pangan menjadi elemen krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat. Lonjakan harga bahan pangan pokok dapat memicu inflasi, menurunkan tingkat konsumsi, dan memperberat beban rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan rendah.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal menyampaikan pentingnya menjaga harga komoditas pangan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas tingkat inflasi domestik ke depan.
âProduksi pangan, dalam tekanan daya beli seperti sekarang justru menjadi penting untuk dijaga tingkat harganya, karena kalau sampai melambung justru itu akan semakin memukul daya beli lebih jauh lagi,â ujar Faisal pada akhir pekan lalu.
Seperti dikutip dari Antara, menurut Faisal, kenaikan harga komoditas pangan bisa memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat, sehingga akan mempengaruhi dari sisi permintaan (demand).
Di sisi lain, ia mengingatkan juga tetap untuk memperhatikan dari sisi produksi (supply).
âUntuk menjaga stabilitas inflasi, sebetulnya sekali lagi yang pada saat sekarang concern terbesarnya adalah dari sisi permintaan, tapi bukan berarti supply tidak penting,â ujar Faisal.
Selain itu, ia juga mengingatkan terkait meningkatnya permintaan komoditas emas, yang dibarengi dengan kenaikan harga emas yang terus menerus pada akhir- akhir ini.
Menurut dia, meningkatnya permintaan terhadap komoditas emas lebih disebabkan adanya ekspektasi atau efek psikologis meningkatnya ketidakpastian ekonomi di tingkat global.
âIni juga satu poin yang lain yang perlu diatasi oleh pemerintah, bagaimana kemudian bekerja keras untuk memperbaiki kondisi yang ada, sehingga memberikan harapan bagi masyarakat bahwa kondisi ekonomi akan membaik ke depan,â ujar Faisal.
Ia menjelaskan, sebenarnya inflasi harga bergejolak (volatile food) cenderung mengalami inflasi yang kecil pada April 2025 di tengah adanya momen Ramadhan dan libur Hari Raya Idul Fitri pada awal April 2025.
Diatur Pemerintah
Lebih lanjut, Faisal menilai bahwa inflasi April 2025 lebih banyak disebabkan oleh harga yang diatur oleh pemerintah (administered prices), seiring meningkatnya permintaan dari sisi tarif transportasi seiring masyarakat melakukan mudik Lebaran
âMakanya komponen tarif kendaraan atau tarif transportasi yang kaitannya dengan mudik Lebaran itu masih relatif tinggi, dan kalau kita melihat itu menyumbang inflasi pada harga yang diatur oleh pemerintah,â ujar Faisal.
Secara terpisah, Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menilai inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode April 2025 relatif di level yang rendah dan terkendali.
âInflasi Indonesia relatif rendah dan terkendali,â ujar Hans Kwee di Jakarta.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tercatat sebesar 1,17 persen month-to-month (mtm) pada April 2025. Kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar tercatat mengalami inflasi sebesar 6,6 persen dan andil 0,98 persen pada April 2025.
Komoditas lainnya, yaitu emas perhiasan, dengan andil 0,16 persen, bawang merah mengalami kenaikan harga dengan andil 0,06 persen, cabai merah andil 0,04 persen dan tomat andil 0,03 persen
Sementara itu, cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan harga, dengan andil deflasi masing-masing mencapai 0,08 persen, 0,06 persen dan 0,04 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan inflasi bulanan komoditas emas pada April 2025 yang tercatat sebesar 10,52 persen month-to-month (mtm) merupakan tingkat inflasi tertinggi sejak September 2020.
âInflasi emas perhiasan yang terjadi di bulan April ini tertinggi sejak September 2020 karena pada Agustus 2020 itu terjadi inflasi emas sebesar 10,75 persen,â kata Pudji di Jakarta.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 Miliar APBD 2026 untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak
-
Upah BSU 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja untuk Jaga Daya Beli
-
Detroit Pistons Hancurkan LA Lakers di Los Angeles
-
BGN Pangkas Insentif Dapur MBG Tak Penuhi Standar
-
WFH untuk ASN Resmi Diterapkan Pemerintah
-
Meksiko Kerahkan 10.000 Tentara Hentikan Kekerasan yang Dipicu Kematian Gembong Narkoba El Mencho
-
Gol Jelang Menit Akhir Selamatkan Valencia dari Zona Degradasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.