Jawa Barat Siaga Darurat Kekeringan hingga September 2026, DPRD Minta Mitigasi Diperkuat
Rabu, 22 Jul 2026, 02:05 WIBKota Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di 27 kabupaten/kota selama periode 1 Juli hingga 30 September 2026.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat MQ Iswara menilai kebijakan tersebut penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan akibat fenomena El Nino dan anomali cuaca yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini.
âKami mendukung langkah Pemprov Jabar yang telah menerbitkan SE tersebut. Kami menilai kebijakan tersebut sebagai upaya antisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino dan anomali cuaca yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini,â kata Iswara dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa (21/7)
Menurut dia, kondisi cuaca saat ini semakin sulit diprediksi sebagai dampak perubahan iklim global sehingga diperlukan langkah mitigasi yang dilakukan lebih awal oleh pemerintah daerah.
Ia mengatakan penetapan status siaga bencana akan memudahkan pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan agar dampak kekeringan maupun karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.
Iswara menambahkan, dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga berbagai sektor lain yang bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan sumber daya air.
âPerubahan iklim harus kita antisipasi sejak awal. Jangan sampai masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor pertanian maupun sektor lain yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, mengalami kerugian akibat keterlambatan penanganan,â ujarnya.
Terkait dukungan pembiayaan, ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat digunakan apabila kondisi di lapangan telah memenuhi ketentuan sebagai keadaan darurat.
DPRD Jawa Barat berharap pemerintah kabupaten dan kota bersama seluruh perangkat daerah terkait terus memperkuat koordinasi, meningkatkan sistem mitigasi, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana guna menghadapi potensi kekeringan dan karhutla selama musim kemarau.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Aqua Ajak Masyarakat Jaga Hidrasi dan Ketenangan di Bulan Suci
-
Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Prabowo Tegaskan Pendidikan Instrumen Utama Wujudkan Kehidupan yang Layak
-
Siap-siap AS Peringatkan Harga Minyak Bakal Makin Meroket
-
Cuan, UMKM di Timika Langsung Kantongi Rp3 Juta Sehari di Pasar Imlek
-
Gara-Gara Wabah Ebola Meluas, AS Batasi Ketat Akses Masuk Warga Afrika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.