• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Peneliti Unesa Kembangkan ...

Peneliti Unesa Kembangkan Kandidat Obat Antikanker dari Tanaman Tropis Indonesia, Berpotensi Jadi Terapi Masa Depan

Rabu, 22 Jul 2026, 04:00 WIB

Surabaya - Peneliti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Ratih Dewi Saputri mengembangkan kandidat obat antikanker berbasis senyawa bioaktif tanaman tropis Indonesia melalui riset fitokimia yang memanfaatkan kekayaan biodiversitas Nusantara.

"Penelitian ini tidak hanya bertujuan menemukan senyawa baru, tetapi juga membuka peluang lahirnya kandidat obat herbal berbasis tanaman tropis Indonesia yang lebih aman, lebih selektif, dan berpotensi menjadi alternatif terapi kanker di masa depan," kata Dr. Ratih Dewi Saputri di Surabaya, Selasa (21/7).

Riset yang dimulai sejak 2018 itu diawali dengan eksplorasi berbagai tanaman endemik dari Sumatra, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia Timur yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi, namun masih minim kajian ilmiah.

Melalui pendekatan fitokimia modern, tim peneliti berhasil mengisolasi berbagai senyawa bioaktif, di antaranya golongan flavonoid dan santon dari genus Garcinia dan Flemingia, yang menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan dan antikanker.

Penelitian tersebut kemudian berkembang ke kajian hubungan struktur dan aktivitas biologis atau Structure-Activity Relationship (SAR) untuk memahami pengaruh perubahan struktur molekul terhadap peningkatan aktivitas biologis dalam menangkal radikal bebas dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

"Fokus penelitian selanjutnya diarahkan pada pengembangan kandidat terapi untuk kanker serviks menggunakan sel HeLa dan kanker payudara menggunakan sel 4T1, yang merupakan dua jenis kanker dengan angka kejadian tinggi pada perempuan," ujarnya.

Berbagai spesies Garcinia yang diteliti, seperti Garcinia celebica, Garcinia rigida, Garcinia parvifolia, Garcinia nigrolineata, Garcinia hombroniana, dan Garcinia xanthochymus, menghasilkan senyawa santon dengan aktivitas sitotoksik dan antioksidan yang dinilai menjanjikan.

Untuk memperkuat proses penemuan kandidat obat, tim juga menerapkan pendekatan molecular docking secara in silico guna mengevaluasi interaksi senyawa alami terhadap target molekuler kanker payudara dan kanker serviks.
Selama lebih dari delapan tahun, penelitian tersebut menghasilkan berbagai luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), buku ber-ISBN, serta publikasi pada jurnal internasional bereputasi kuartil dua (Q2) dan kuartil tiga (Q3), sekaligus memperkuat jejaring riset nasional maupun internasional.

"Ke depan, penelitian akan dikembangkan melalui pendekatan Network Pharmacology untuk mempercepat pengembangan kandidat obat berbasis biodiversitas Indonesia," katanya.

Riset tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Ket. Foto: Peneliti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Ratih Dewi Saputri yang mengembangkan kandidat obat antikanker. — Sumber: Antara

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.