Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pamekasan Mengembangkan Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 22:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pamekasan Mengembangkan Biogas dari Limbah Kotoran Sapi Doc: ANTARA
Ket. Pemasangan instalasi biogas dari limbah kotoran sapi di Kabupaten Pamekasan hasil kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan UTM dan PT Biru Karbon Nusantara.

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mengembangkan energi biogas dari limbah kotoran sapi sebagai bentuk pendidikan tentang pentingnya mengelola sistem pertanian terpadu guna menambah manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

"Pengembangan biogas ini terlaksana berkat kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan perusahaan PT Biru Karbon Nusantara (BKN)," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan Indah Kurnia Suslistiorini di Pamekasan, Minggu(04/5).

Sebagai percontohan, katanya, saat ini telah terpasang 10 perangkat sistem biogas di Pamekasan, masing-masing di Desa Tampojung Guwa, Pangereman, Tampojung Pregi, Rek Kerrek, Seddur, Kadura Barat, Klompang Barat, Klompang Timur, Potoan Laok, dan Klampar.

"Perangkat sistem yang terpasang ini tidak sama, yakni antara sistem biogas sistem 6, 12, 16, 20, 30, dan 40, karena mempertimbangkan jumlah sapi yang ada di wilayah tersebut," katanya.

Ia menjelaskan biogas dari limbah kotoran sapi tersebut saat ini sudah dimanfaatkan masyarakat.

Dia mengharapkan pada masa mendatang pemanfaatan bisa menyebar ke semua peternak sapi di Pamekasan.

Melalui program ini, dia mengharapkan, peternak tidak hanya beternak untuk mendapat keuntungan ekonomi dari usaha itu, akan tetapi mengelola segala hal yang berkaitan dengan ternak, seperti mengubah limbah kotoran sapi menjadi biogas tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Rektor UTM Bangkalan Safi' mengatakan instalasi biogas ini bagian dari proyek riset strategis UTM yang fokus pada pemanfaatan limbah ternak. Selain itu, selaras dengan program prioritas pemerintah terkait dengan ketahanan pangan dan energi.

”Kalau masyarakat bisa mengelola limbah ternak dengan baik dan menjadikannya energi, maka kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemandirian energi dan kesejahteraan peternak,” katanya.

Dia mengharapkan pada masa mendatang setiap desa memiliki satu instalasi biogas untuk mengolah limbah kotoran ternak sapi menjadi energi terbarukan, berupa gas metana yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro. 

Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto mengatakan selain memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi biogas, di Pamekasan juga telah dikembangkan pemanfaatan limbah pabrik tahu menjadi biogas.

"Kalau yang biogas dari limbah pabrik tahu ini, sementara masih di satu desa, yakni Desa Bicorong, Kecamatan Pakong," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.