Gemerlap Fun Run: Ketika Lari Bukan Lagi Sekadar Olahraga Murah, Tapi Ajang 'Flexing'

Sabtu, 03 Mei 2025, 13:36 WIB

Dahulu, lari dikenal sebagai olahraga yang merakyat, cukup bermodalkan pakaian sederhana dan sepatu yang nyaman. Namun, seiring perubahan gaya hidup dan masifnya penggunaan media sosial, fenomena baru muncul dalam dunia lari, terutama di ajang fun run. Lari kini bertransformasi menjadi gaya hidup yang tak jarang mendorong pelakunya untuk unjuk diri atau 'flexing'.

Tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga menjadi pemicu utama ramainya event lari. Berbagai pihak pun menangkap peluang ini dengan menggelar acara lari yang dikemas secara komersial.

Ket. Foto: Olahraga lari yang sejak dulu terkenal olahraga murah, sekarang menjadi mahal karena banyak yang flexing. — Sumber: HaloSemarang/yds

Animo masyarakat yang besar membuat hampir setiap event lari selalu dipadati peserta. Diduga kuat, keinginan untuk tampil keren dan menonjol di tengah keramaian inilah yang mendorong sebagian peserta untuk berlomba-lomba dalam hal outfit dan perlengkapan lari.

Akun Instagram @raythefitguy mewawancarai sejumlah pelari di Batam yang mengaku menganggarkan dana fantastis, bahkan hingga belasan juta rupiah, untuk perlengkapan lari.

Mulai dari topi seharga Rp1 juta, kacamata Rp1 juta, headset Rp2,8 juta, ikat pinggang Rp700 ribu, kaos Rp70 ribu, celana Rp700 ribu, sepatu Rp4 juta, hingga jam tangan lari dengan harga Rp5 juta hingga Rp17 juta.

Dr. Aria Wirawan, seorang sosiolog gaya hidup, melihat fenomena ini sebagai bagian dari budaya konsumerisme yang merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk olahraga.

"Media sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk tren ini. Orang ingin membagikan momen mereka dan mendapatkan validasi dari lingkungannya. Dalam konteks lari, ini diterjemahkan dalam berlomba-lomba memiliki perlengkapan terkini dan termahal untuk menunjukkan status dan gaya hidup," ujarnya.

Maya Kurniawan, seorang lifestyle influencer yang juga gemar berlari, mengakui adanya pergeseran tren ini.

"Dulu, yang penting nyaman dan bisa lari. Sekarang, banyak yang memperhatikan outfit dan gadget lari. Ada semacam kebanggaan tersendiri jika bisa tampil stylish dengan perlengkapan yang canggih. Ini juga didorong oleh influencer lari yang sering memamerkan perlengkapan mahal mereka," katanya.

Maya menambahkan bahwa meskipun tidak semua pelari demikian, fenomena 'flexing' di event lari semakin terlihat jelas.

Data dari Garmin Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah pelari yang mencatatkan perkembangan larinya melalui aplikasi mereka hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir, mencapai lebih dari 80.000 orang pada April 2025. Asosiasi lari Indonesia juga mencatat peningkatan peserta event lari sebesar 30%, dengan 257 event digelar hingga Maret 2025.

Fenomena ini menunjukkan geliat konsumerisme lari yang semakin kuat, di mana sebagian peserta rela mengeluarkan biaya besar tidak hanya untuk pendaftaran event, tetapi juga untuk perlengkapan, akomodasi, dan bahkan biaya foto demi eksistensi di media sosial.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.