BKKBN Jateng Meminta Penyuluh KB Memetakan Wilayah yang Perlu Intervensi

Senin, 13 Apr 2026, 23:15 WIB

Semarang - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah meminta para penyuluh program Keluarga Berencana (KB) untuk memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Effendi di Semarang, Senin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Bangga Kencana di wilayah tersebut menunjukkan capaian positif.

Ket. Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rusman Effendi saat membuka Pra Rakorda Program Bangga Kencana Provinsi Jateng 2026. — Sumber: Antara

Menurut dia, berbagai indikator strategis secara umum telah berjalan baik, bahkan mencatatkan prestasi hingga tingkat nasional.

Ia menyebutkan salah satu indikator utama, yakni Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total pada 2025 yang tercatat 2,06 per perempuan usia subur.

Angka tersebut, kata dia, sudah mendekati kondisi ideal menuju pertumbuhan penduduk seimbang yang ditargetkan di angka 2,1.

"Kita patut bersyukur karena sudah berada di bawah angka 2,1, meskipun belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah,” katanya di sela Pra Rakorda Program Bangga Kencana Provinsi Jateng 2026.

Pada Pra Rakorda itu dilaksanakan pula pelantikan pengurus DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Indonesia Jateng periode 2026-2030.

Dia menyebut capaian program Bangga Kencana secara provinsi tergolong baik, tetapi masih ada ketimpangan atau tidak merata di tingkat kabupaten/kota, termasuk kecamatan.

Oleh karena itu, ia mengingatkan penyuluh KB untuk melakukan pemetaan lebih detail guna mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan intervensi khusus.

"Ada wilayah yang memerlukan penanganan lebih spesifik sehingga program tidak bisa disamaratakan. Tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama," katanya.

Selain itu, kata dia, keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan program ke depan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa target yang telah ditetapkan tidak boleh ditawar sehingga diperlukan berbagai terobosan untuk tetap mencapai sasaran.

Rusman juga menyampaikan adanya perubahan mekanisme evaluasi seiring dengan transformasi kelembagaan dari badan menjadi kementerian.

"Kepala daerah akan menerima langsung rapor kinerja, sehingga semua pihak diminta siap dan tidak terkejut dengan sistem evaluasi baru ini," katanya.

Untuk tujuh indikator utama yang lain dalam program Bangga Kencana, kata dia, sebagian besar juga menunjukkan hasil positif, seperti indeks pembangunan keluarga, partisipasi masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan KB.

Hanya saja, kata dia, masih ada satu indikator yang menjadi perhatian serius, yakni angka kelahiran pada kelompok usia 15-19 tahun yang masih perlu perhatian.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.