Per 30 April, Rupiah Melemah 2,92 Persen

Jumat, 02 Mei 2025, 10:35 WIB

JAKARTA - Rupiah sampai saat ini belun juga beranjak dari zona pelemahan. Sepanjang tahun ini hingga 30 April lalu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah melemah sebesar 471 poin atau 2,92 persen.

Bahkan, kurs tersebut melampaui target pemerintah da­lam asumsi makro di APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 16.000 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: IST

Pelemahan rupiah sepanjang tahun dipengaruhi se­jumlah faktor, baik global maupun domestik. Dari manca­negara, investor dibuat cemas dengan prospek normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Jika bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi atau menunda penurunan suku bunga, inves­tor cenderung menarik dana dari negara berkembang (se­perti Indonesia) dan kembali ke aset dollar AS yang lebih aman dan menguntungkan.

Selain itu, konflik geopolitik, seperti di Timur Tengah atau Eropa Timur, memicu kekhawatiran terhadap perlam­batan ekonomi global sehingga dapat mendorong investor untuk menghindari aset berisiko dan melemahkan mata uang negara berkembang.

Dari dalam negeri, ketidakpastian pasca pemilu, kebi­jakan fiskal yang tidak kredibel, atau perlambatan pertum­buhan ekonomi domestik dapat mempengaruhi keperca­yaan investor terhadap rupiah.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutup­an perdagangan, Rabu (30/4), di Jakarta menguat sebesar 158 poin atau 0,94 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.603 rupiah per dollar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menya­takan nilai tukar (kurs) rupiah menguat seiring optimisme tensi perdagangan global yang mereda.

“Rupiah melanjutkan tren apresiasi pasca meningkatnya optimisme terkait meredanya tensi perdagangan global,” ucapnya di Jakarta, Rabu (30/4).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.